Kumpulan Doa Solat Dan Puasa Beserta Artinya

Doa Mewudhukan Memandikan Mengkafani Menguburkan Jenazah

Cara Doa Mewudhukan Memandikan Mengkafani dan Menguburkan Jenazah - Setelah kami memberikan sedikit penjelasan tentang tata cara sholat jenazah baik laki-laki maupun perempuan dewasa dan anak-anak maka disini kami akan berbagi tata cara mewudhukan memandikan mengkafani dan menguburkan jenazah serta bacaan doanya.

Bila mana ada seseorang umat islam yang meninggal dunia di tempat kita maka hukumnya wajib kifayah untuk mengurusi jenazah tersebut atrinya bila mana ada seseorang yang mengurusi maka yang lainnya tidak mendapatkan dosa dengan ketidak ikut sertaan mengurusinya.

kewajiban mungurusi jenazah yang telah pada kita maklumi itu ada empat diantaranya: memandikan, mensholati, mengkapani dan menguburkan terkecuali kalau yang meninggal dunianya karena keguguran dalam kandungan yang masih kurang empat bulan usiannya juga orang yang mati syahid.

Cara Doa Mewudhukan Memandikan Mengkafani dan Menguburkan Jenazah

1. Memandikan mayit

Sebagai mana hadits dari Abdullah bin Abbas radhiallahu’anhu, beliau berkata bahwa memandikan mayit itu hukumnya fardhu kifayah:

بينَا رجلٌ واقفٌ مع النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ بعَرَفَةَ ، إذْ وَقَعَ عن راحلتِهِ فَوَقَصَتْهُ ، أو قال فأَقْعَصَتْهُ ، فقالَ النبيُّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ : اغْسِلوهُ بماءٍ وسِدْرٍ ، وكَفِّنُوهُ في ثَوْبَيْنِ ، أو قالَ : ثَوْبَيْهِ ، ولا تُحَنِّطُوهُ ، ولا تُخَمِّروا رأسَهُ ، فإنَّ اللهَ يبْعَثُهُ يومَ القيامةِ يُلَبِّي

“Ada seorang lelaki yang sedang wukuf di Arafah bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Tiba-tiba ia terjatuh dari hewan tunggangannya lalu meninggal. Maka Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: mandikanlah ia dengan air dan daun bidara. Dan kafanilah dia dengan dua lapis kain, jangan beri minyak wangi dan jangan tutup kepalanya. Karena Allah akan membangkitkannya di hari Kiamat dalam keadaan bertalbiyah” (HR. Bukhari no. 1849, Muslim no. 1206).

Namun sebelum di mandikan jenazah sunat di wudhukan dengan bacaan niat memandikan jenazah dan wudhu seperti diawah ini:

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِهٰذَا الْمَيِّتِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitul wudhu-a li hadzal mayyiti lillahi ta’ala

Saya niat wudu untuk mayit (laki-laki) ini karena Allah Ta’ala

Berikut adalah lafal niat mewudukan jenazah perempuan:

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِهٰذِهِ الْمَيِّتِةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitul wudhu-a li hadzihil mayyitati lillahi ta’ala

Saya niat wudu untuk mayit (perempuan) ini karena Allah Ta’ala.

Berikut adalah niat memandikan jenazah laki-laki;

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذَاالْمَيِّتِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla ada-an ‘an hadzal mayyiti lillahi ta’ala

“Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari jenazah (laki-laki) ini karena Allah Ta’ala”

Berikut adalah niat memandikan jenazah perempuan;

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذِهِ الْمَيِّتَةِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla ada-an ‘an hadzihil mayyitati lillahi ta’ala

“Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari jenazah (perempuan) ini karena Allah Ta’ala”

Dalam Islam, jenazah yang wajib dimandikan adalah:
1. Seorang muslim atau muslimah
2. Ada tubuhnya
3. Kematiannya bukan karena mati syahid
4. Bukan bayi yang meninggal karena keguguran

Syarat orang yang memandikan jenazah.
1. Beragama Islam
2. Berakal
3. Baligh
4. Berniat memandikan jenazah
5. Mengetahui hukum memandikan jenazah
6. Terpercaya, amanah, dan mampu menutupi aib

Memandikan jenazah menurut Syekh Salim bin Sumair Al-Hadlrami menuturkan dalam kitabnya Safînatun Najâh (Beirut: Darul Minhaj, 2009) terbagi dua yaitu secara singkat:

أقل الغسل تعميم بدنه بالماء

Artinya: “Paling sedikit memandikan mayit adalah dengan meratakan air ke seluruh anggota badan.”

Dan Kedua, yakni cara memandikan jenazah secara sempurna sesuai dengan sunnah. Syekh Salim menuturkan cara kedua ini dengan menjelaskan:

وأكمله ان يغسل سوأتيه وأن يزيل القذر من أنفه وأن يوضأه وأن يدلك بدنه بالسدر وأن يصب الماء عليه ثلاثا

Artinya: “Dan sempurnanya memandikan mayit adalah membasuh kedua pantatnya, menghilangkan kotoran dari hidungnya, mewudlukannya, menggosok badannya dengan daun bidara, dan mengguyunya dengan air sebanyak tiga kali.”

2. Mengkafani mayit

Berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim dari Sayidatina Aisyah, beliau berkata:

كُفِّنَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي ثَلَاثَةِ أَثْوَابٍ بِيضٍ سَحُولِيَّةٍ، مِنْ كُرْسُفٍ، لَيْسَ فِيهَا قَمِيصٌ، وَلَا عِمَامَةٌ

Artinya: “Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam dikafani dengan menggunakan tiga kain putih sahuliyah dari Kursuf, tidak ada dalam tiga kain itu gamis dan surban.”

Pengertian Sahuliyah adalah kain putih yang bersih yang hanya dibuat dari bahan katun.

Dan dalam hadits lain riwayat Imam Turmudzi dari sahabat Ibnu Abas, bahwa Rasulullah bersabda:

البَسُوا مِنْ ثِيَابِكُمُ البَيَاضَ، فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرِ ثِيَابِكُمْ، وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ

Artinya: “Pakailah pakaianmu yang berwarna putih, karena itu sebaik-baik pakaian kalian, dan kafani mayit kalian dengannya.”

Jadi kalau yang meninggalnya laki-laki kesempurnaanya dengan tiga lapis kain. Adapun untuk mayit perempuan maka disunahkan mengafaninya menggunakan lima lapis kain putih. Pertama berupa satu helai sarung yang menutupi bagian pusar hingga anggota paling bawah, khimar atau tudung yang menutupi bagian kepala, gamis yang menutupi bagian badan, dan lembar kain yang bisa membungkus seluruh jasad mayit bila mampu.

Tapi kalau gak mampuh cukup dengan menggunakan satu helai kain saja baik laki-laki maupun perempuan.

3. Sholat Jenazah

Sholat Jenazah boleh dikerjakan di masjid dirumah atau di kuburan.

Menurut kitab Tanwiul qulub apabila jenazahnya laki-laki, maka ketika di sholatkan posisi kepala berada di selatan. Sedang jika jenazahnya perempuan posisi kepala disebelah utara. Dan untuk lebih jelasnya tata cara niat sholat janazah telah kami jelaskan secara rinci dalam artikel sebelumnya.

4. Menguburkan Jenazah

Tata cara menguburkan jenazah ada dua cara, pertama dengan cara minimal yaitu dengan mengubur jenazah pada satu lubang yang bisa mencegah tersebarnya bau dan dari dimangsa binatang buas, serta dengan menghadapkannya ke arah kiblat.

Kedua dengan cara kesempurnaan yaitu mengubur jenazah sebagai berikut:

1. Jenazah dikubur dalam sebuah lubang dengan kedalaman setinggi orang berdiri dengan tangan melambai ke atas dan dengan lebar seukuran satu dzira’ lebih satu jengkal.

Berdasarkan sebuah hadits riwayat Imam Turmudzi berkenaan dengan para sahabat yang terbunuh pada waktu perang uhud, beliau bersabda:

احْفِرُوا، وَأَوْسِعُوا، وَأَحْسِنُوا

Artinya: “Galilah liang kubur, luaskan dan baguskan.”

2. Wajib memiringkan jenazah ke sebelah kanan dan menghadapkannya ke arah kiblat. Sekiranya jenazah tidak dihadapkan ke arah kiblat dan telah diurug tanah maka liang kubur wajib digali kembali dan menghadapkan jenazahnya ke arah kiblat bila diperkirakan belum berubah.

3. Bila tanahnya keras disunahkan liang kubur berupa liang lahat. Yang dimaksud liang lahat di sini adalah lubang yang dibuat di dinding kubur sebelah kiblat seukuran yang cukup untuk menaruh jenazah. Jenazah diletakkan di lubang tersebut kemudian ditutup dengan menggunakan batu pipih agar tanahnya tidak runtuh mengenai jenazah.

4. Setelah jenazah diletakkan secara pelan di dasar kubur disunahkan pula untuk melepas tali ikatannya dimulai dari kepala.

Pada saat meletakkannya di liang lahat disunahkan membaca:

بِسْمِ اللهِ وَعَلَى سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Bismillâhi wa ‘alâ sunnati Rasûlillâhi shallallâhu ‘alaihi wa sallama.”

Mengikuti sunah Rasulullah sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Imam Abu Dawud dari sahabat Abdullah bin Umar, bahwa bila Rasulullah meletakkan jenazah di dalam kubur beliau membaca bismillâhi wa ‘alâ sunnati Rasûlillâhi shallallâhu ‘alaihi wa sallama.

Demikian yang dapat kami buat tentang doa mengurus jenazah dan tata cara mewudhukan memandikan mengkafani serta menguburkan jenazah serta bacaan doanya semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Kumpulan Ucapan Kata Indah Sahur Puasa Ramadhan Gokil Lucu

Kata-Kata Ucapan Indah Sahur Lucu Gokil Romantis Disini kami telah menyajikan kumpulan atau deretan contoh kata- kata ucapan sahabat selamat waktu sahur ramadhan romantis indah bijak terbaik lengkap terbaru 2020 yang biasa pada saat ini kita saling berbagi lewat phonsel di medsos seperti WA, FB, Tewitter, IG, dan yang lainnya.

Sahur adalah aktifitas makan dan minum yang dilakukan pada malam hari, bagi orang yang akan melaksanakan puasa pada siang harinya, karena dengan sahur maka badan kita akan terasa segar pada siang harinya ketika kita sedang melaksanakan puasa, makanya makan sahur menurut hukum ajaran Islam itu sunnah.

Cara bersahur sunnahnya diakhirkan ( mendekati waktu imsak) jangan terlalu malam beda lagi dengan berbuka puasa, kalau buka puasa itu sunnahnya di percepat ketika sudah waktunya adzan magri, karena pungsi makan sahur itu adalah untuk membantu penyegaran tubuh pada siang harinya ketika kita sedang melaksanakan puasa, sedangkan buka puasa adalah untuk supaya badan kita tidak terlalu letih dalam melaksanakan puasa, itulah indahnya agama islam.

Kumpulan Ucapan Kata Indah Sahur Puasa Ramadhan Gokil Lucu

Dengan keindahan tersebut, bisa kita gunakan untuk supaya lebih indah lagi ketika makan sahur dan bisa jadi penyemangat buat diri kita sendiri atau teman-teman bahkan yang labih terasa indahnya buat seorang kekasih yang kita cintai yaitu dengan berbagi " ucapan sahur indah lucu gokil romantis buat pacar di bulan ramadhan" seperti halnya kita akan berbuka puasa dengan kata-kata ucapan selamat berbuka puasa ramadhan 2020, dan yang lebih indah nanti ketika lebaran dengan berbagi kata-kata ucapan hari raya lebaran Idul Fitri 2018, seperti kami telah menyajikan untuk kata-kata ucapah Sahur di bawah ini:

Ikhlas engkau kusapa Assalamu'alaikum..
Dengan senyum rasa penuh syukur..
Untukmu sudah makan sahur belum..
Kalau belum met makan sahur.
Kukirimkan senyum syukur..
Lewat do'a yang tak terukur..
Semoga yang disana dah bangun tidur..
Sebelum waktu imsak menegur..
Selamat Makan Sahur.
Bukalah mata,
nikmati indahnya suasana di akhir malam,
tuk menikmati santapan sahur
yang merupakan ibadah nikmat dari Allah,
Met sahur........sayang
Seberapa rezeki kita wajib bersyukur..
Bersyukur Kepada Allah Yang Maha Kuasa..
Kuucapkan selamat makan sahur..
Sebelum waktu imsak tiba.
Karna syukur aku berdo'a..
Semoga selalu sehat badan kita..
Dan bisa menjalankan ibadah puasa..
Di bulan suci memetik banyak pahala..
Selamat Makan Sahur.. Cintaku.
Imsak segera datang,
buka matamu, lipat selimutmu,
basuh wajahmu, habiskan menu sahurmu,
met menjalankan ibadah puasa,
semoga puasamu di terima.
Setelah masak nasi goreng telur..
Telur dadar buat lauk makan..
Kuucapkan selamat makan sahur..
Buat engkau yang kurindukan.
Seperti setiap akhir malam yang lain,
sebelum waktu imsak,
lakukan aktivitas penuh hikmah..
met mamam sahur yah sayang..
Angin dingin mulai sirna..
Mendengar batinku barkata..
Akan kutunaikan ibadah puasa..
Ikhlas karena Allah Yang Maha Esa..
Dan semoga engkau yang disana juga sama..
Selamat Makan Sahur Kuucap Sapa..
Sebelum waktu imsak tiba.
Yang kuharap malam ini hanya tenangmu.
Yang kuinginkan saat ini hanya damaimu.
Yang kupinta detik ini hanya bahagiamu.
Met makan sahur sayang.
Selamat sahur untuk seorang yang ada di dalam hatiku..
Pagi ini merupakan mentari buat jiwaku..
Menghangatkan hatiku meleburkan embun ragaku.
Mata yang paling indah hanya matamu..
sejak dahulu kurasakan tak pernah berubah..
sinar yang paling indah dari matamu.
sampai kapanpun itulah yang terindah..
Selamet Maem Sahur.
Tak pernah ada kata terlambat untuk mengatakan cinta..
Ungkapkan saja, biar semua menjadi nyata..
Met Malem Sahur Sayangku.
Saatnya SMS, =Saat makan Sahur, ayo cepet bangun, kalau lagi MMS =mata masih sepet, enaknya CM.=cuci muka, Setelah itu jangan lupa NSP,= niat sebelum puasa, inget ya, kalo kamu lagi puasa kamu gak boleh GSM,=gampang sekali marah, karena inti puasa itu hanya GPRs,= guna pengendalian rasa sabar,
Met sahur Sayang..
Malam-malamku bagai malam seribu bintang..
Bila kau disini tuk sekedar menemani..
Tuk melintasi wangi yang slalu tersaji di satu sisi hati..
"Met Makan Sahur".
Biarpun jauh dari keluarga..
Namun janganlah lupa..
Bahwa dalam hati mereka..
Ada senyum do'a-do'a..
Agar kita sehat Menjalankan puasa..
Di bulan yang berlimpah pahala..
Untuk engkau yang disana..
Selamat Makan Sahur.. ya..
Semoga puasa kita semua berlimpah pahala.
Di suatu hari, aku rela menunggu jawab cintamu..
Kini, atau nanti, tak ada bedanya..
Met sahur deh, makan sahur yang banyak ya say.
walau gelap selimuti dirimu,
walaupun dingin menusuk tulangmu,
bangunlah, siapkan menu sahurmu,
bangunkan seluruh keluargamu,
ajak mereka sahur bareng denganmu.
Sayang waktu sahur tlah tiba,
ambil piring dan gelasmu,
ambil ikan untuk laukmu,
kunyah dan kirim ke perutmu,
selamat Makan sahur.
Ambil air pakai timba..
Air bening dari dalam sumur..
Buat yang aku cinta disana..
Selamat Makan Sahur.
Itulah yang dapa aku himpun dalam artikel ini "Kata-Kata Ucapan Indah Sahur Lucu Gokil Romantis" seperti sebelumnya kita berbagi ucapan ramadhan 2020 semoga dengan adanya kata-kata ini menjadi penyemangat anda ketika makan sahur dan semoga anda semua di berikan kekuatan oleh Alloh SWT dalam menjalankan ibadah puasanya, dan jangan lupa bacaan do'a niat berbuka puasa dan makan sahur ramadhan serta jangan terlewatkan shalat tarawihnya sambil kita chatingan berbagi dp bbm bergerak buat teman-teman anda..

Ucapan Selamat Kata Berbuka Puasa Ramadhan 1441 H I 2020 M

Kata-Kata Ucapan Selamat Berbuka Puasa Ramadhan 1441 H I 2020 M - Ucapan semoga selamat berbuka puasa ramadhan, sunnah bagi yang menjalankan romantis sayang islami bahasa arab, inggris dan artinya. Berbuka puasa adalah merupakan salah satu momen yang indah dan sangat dinanti-nantikan oleh semua orang yang sedang melaksanakan puasa, terutama pada hari pertama yang masih merasakan atas kelelahannya puasa karena belum terbiasa melaksanakannya puasa bulan ramadhan.

Dengan merasakan kelelahan dan keletihan jiwa kita di waktu-waktu mendekati saat berbukannya puasa, namun tetap terasa indah di hati karena kita bisa berbagi Kata-Kata Ucapan Selamat Berbuka Puasa Ramadhan sama sahabat-sahabat kita dekat maupun jauh bahkan yang paling indah ketika kita bisa berbagi kata-kata itu sama seorang kekasih yang sangat kita cintai.

Nah untuk itu kami disini sengaja bikin sebuah artikel yang di sajikan buat saudara-saudaraku dimana pun berada dengan tema "Kata-Kata Ucapan Selamat Berbuka Puasa Ramadhan" untuk saling berbagi lewat SMS, BBM, Facebook, Twitter atau media sosial lainnya di waktu mendekati saatnya berbuka puasa yang sangat kita nanti-nantikan, sebagai mana ucapan berbuka puasa yang terlampir di bawah ini:

Ucapan Selamat Kata Berbuka Puasa Ramadhan 1441 H I 2020 M

Perut melilit menahan lapar, Air Liur menetes menjaga nafsu .
Untung di sampingku ada kekasihku sayang yang bisa menemaniku untuk menahan lapar dan nafsu. Mari Berbuka :)
Kamu itu ibarat adzan magrib deh..
selalu kunanti dan kutunggu setiap hari.
Met buka puasa yah sayang..
Senyum ikhlas hati kubuka. Kukirimkan melalui tulus do'a. Untukmu yg jauh disana. Mudah-mudahan sehat dalam Lindungan-Nya. Selamat berbuka puasa Sayang!
Mungkin jarak telah memisahkan kita
namun setidaknya aku masih bisa mengucapkan
Selamat Berbuka Puasa
Kita semua tahu bahwa kita disunahkan untuk berbuka dengan yang manis,
itulah sebabnya kukirimkan BBM ini buat kamu, pas pada saat km buka puasa,
Biar km bisa buka puasa sambil baca sms dari orang manis..met buka puasa syg
“satu, dua, tiga menghitung jam berputar.
empat, lima dan enam berharap terdengar suara adzan.
Tuju, delapan sembilan cepet buka puasa ntar kehabisan hehe.”
Berwarna alami rindu rasa. Berbunga-bunga manisnya do'a. Untukmu kumenunggu setia. Mudah-mudahan engkau sehat dalam Lindungan-Nya. Jangan Sampai lupa berdoa sebelum makan. Saat kenyang jangan sampai lupa ucapkan Alahamdulillah.
Selamat berbuka puasa kuucapkan. Untukmu bersama senyumku paling indah
Orang cakep adalah orang yang
lebih dulu mengucapkan selamat berbuka puasa
sedangkan orang jelek biasanya masih sibuk nyari bahan
ucapan selamat buka puasa untuk status fb nya hehe.”
Ga tau knapa, aku jd kangen ma km, ku tunggu2 km sejak lama, Meski berat, tp aku masih bertahan disini menantimu, Aku kangen ma suara km, meskipun aku tahu tak begitu merdu, dan akhirnya..kini aku tenang, krn aku udah bisa denger suara km, wahai tukang adzan.. krn itu artinya, saat berbuka puasa tlah tiba,hehe
Jangan Sampai lupa berdoa sebelum makan.
Saat kenyang jangan sampai lupa ucapkan Alahamdulillah.
Selamat berbuka puasa kuucapkan.
Untukmu bersama senyumku paling indah!
Gak terasa, hubungan kita udah lumayan lama, banyak suka dan duka kita telah lewati bersama, dan akhirnya kini aku mengerti, aku tahu..dan aku tersentak,
karena saat ini tlah tiba waktu yang kita tunggu2, untuk berbuka puasa. Tuh udah adzan maghrib kan?? met buka puasa ya sayang.. semoga ibadah puasa kita diterima olehNya.
Sehari penuh kita lalui dengan menahan rasa lapar dan haus,
kini saatnya kita rayakan kemenangan kita dengan berbuka puasa.
Semoga amal ibadah kita semua ada dalam keikhlasan
dan mendapatkan ampunan yang telah Allah Swt janjikan.”
Barangsiapa dibukakan baginya pintu kebaikan (rezeki) hendaklah memanfaatkan kesempatan itu (untuk berbuat baik) sebab dia tidak mengetahui kapan pintu itu akan ditutup baginya. met buka puasa ya..
Kring-kring suara HP Berdering,
namun begitu  terdengar suara ada ucapan,
Maaf..!! nomor yang anda tuju sedang berbuka puasa.
silahkan hubungi beberapa saat lagi
Itulah yang dapat aku sampaikan lewat artikel ini tentang kata-kata ucapan selamat berbuka puasa ramadhan 1441 H I 2020 M, sepetri ucapa ranadhan begitu pula aku publikan dalam gelombang yang sama Kata-Kata Sahur, Kata-Kata Ucapan Hari Raya Lebaran Idul Fitri 1441 H I 2020 M, gambar dp bbm idul adha, makanya terus Update disini biar anda semakin unuik dalam menyikapi berbagai persoalan.

Ucapan Selamat Kata Menyambut Bulan Puasa Suci Ramadhan 1441/2020

Ucapan Selamat Menyambut Ramadhan 1441/2020 - Kata kata ucapan minta maaf sebelum menyambut menjelang puasa bulan ramadhan ke pacar untuk istri menyentuh hati 2020 Dalam menyongsong kedatangannya bulan suci ramadhan tentunya bagi umat islam adalah merupakan suatu kebahagiaan yang tek tertandingai dengan nilai dunia, karena bulan suci ramadhan adalah bulan mulia, bulan taubat bulan penuh berkah serta memiliki banyak padhilah amal di bandingdengan bulan yang lainnya.

Maka oleh karena itu mari kita sambutlah bulan ramadhan ini dengan penuh keikhlasan dan sambil kita berbagi ucapan selamat datang bulan suci ramadhan, sebagai mana yang telah menjadi tradisi kita sesama umat terutama umat islam ketika menghadapi tiba waktu masuknya bulan suci ramahdan ada yang istilah di sebut munggahan dan pada waktu itu di setrai dengan berbagi kata kata ucapan ramadhan 2020 untuk teman teman, saudara, kerabat, dan yang kainnya yang di bagikan lewat media sosial seperti facebook, twitter, WA, BBM, SMS LINE, IG, dan yang lainnya tentunya hal seperti itu sangan menyenangkan bagi kita semua.

Makanya banyak orang bertanya kapan waktu masuknya bulan ramadhan, karena dengan datangnya bulan ramadha itu seluruh umat manusia pada khususnya umat Islam ikut serta menikmati keberkahan dan kegembiraanya, maka untuk itu kita sebagai umat Islam sepantasnya kalau memeriahkan bulan ramadhan itu dijadikan momen terpenting karena bulan ramadhan adalah merupakan bulan islam yang penuh dengan keberkahan dan bulan hikmah-hikmah yang akan kita dapatkan.

Ucapan Selamat Kata Menyambut Bulan Puasa Suci Ramadhan 1441/2020

Maka oleh karena itu yuk kita sambut bulan suci ramadhan itu dengan berbagi ucapan ramadhan dengan penuh kegembiraan dan di iringi hati yang tulus biar kita nanti mendapat Ridlo magfiroh Alloh SWT. Dengan semangatnya kita sebagai umat Islam ketika akan menyambut bulan ramadhan itu dari jauh jauh hari bahkan kita tiga bulan lagi menurut hitungan bulan hijriyyah tepatnya pada bulan rojab sudah memohon kepada Alloh agar diberikan panjang umur sampai tiba bulan ramadhan.

Sebagai mana do'a seperti dibawah ini:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ ”

Allahumma baarik lanaa fii Rojaba wa Sya’bana wa ballignaa Romadhon

[Ya Allah, berkahilah kami keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban dan perjumpakanlah kami dengan bulan Ramadhan]”.

Hadits ini dikeluarkan oleh Ahmad dalam musnadnya, Ibnu Suniy dalam ’Amalul Yaum wal Lailah. Namun perlu diketahui bahwa hadits ini adalah hadits yang lemah (hadits dho’if) karena di dalamnya ada perowi yang bernama Zaidah bin Abi Ar Ruqod.

Zaidah adalah munkarul hadits (banyak keliru dalam meriwayatkan hadits) sehingga hadits ini termasuk hadits dho’if. Hadits ini dikatakan dho’if (lemah) oleh Ibnu Rajab dalam Lathoif Ma’arif (218), Syaikh Al Albani dalam tahqiq Misykatul Mashobih (1369), dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam takhrij Musnad Imam Ahmad.

Mungkin sebahagian kaum muslimin muslimat ada yang bertanya tanya ada apa kiranya di bulan ramadhan itu? karena kalau melihat redaksi kata dalam do'a tersebut yaitu: berikanlah kami keberkahan dibulan rojab dan sya'ban sedangkan kata pada bulan ramadhan bukan minta diberkahkan tapi minta di sampaikan umur pada bulan ramadhan.

Karena bulan Ramadhan adalah bulan agung  banyak keutamaan yang diterangkan dalam Al Quran dan As Sunah tentang bulan ini. Sebagaian di antaranya:

Bulan diturunkannya Al Quran Allah Ta’ala berfirman: ”(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…” (QS. Al Baqarah (2): 185)

Bulan Terdapat Lailatul Qadar (malam kemuliaan) Allah Ta’ala berfirman: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan, dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu? malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (QS. Al Qadr (97) : 1-3)

Shalat pada malam Lailatul Qadar menghilangkan dosa-dosa yang lalu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

من قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا، غفر له ما تقدم من ذنبه

”Barang siapa yang shalat malam pada malam Lailatul Qadar karena iman dan ihtisab (mendekatkan diri kepada Allah) , maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari No. 35, 38, 1802)

Shalat malam (tarawih) Pada Bulan Ramadhan menghilangkan dosa-dosa yang lalu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

”Barang siapa yang shalat malam pada Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosa yang lalu.” (HR. Bukhari No. 37 1904, 1905)

Berpuasa Ramadhan menghilangkan dosa-dosa yang lalu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ومن صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

”Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari No. 38, 1910, 1802)

Makna ‘diampuninya dosa-dosa yang lalu’ adalah dosa-dosa kecil, sebab dosa-dosa besar seperti membunuh, berzina, mabuk, durhaka kepada orang tua, sumpah palsu, dan lainnya- hanya bisa dihilangkan dengan tobat nasuha, yakni dengan menyesali perbuatan itu, membencinya, dan tidak mengulanginya sama sekali.

Hal ini juga ditegaskan oleh hadits berikut ini.
Diampuni dosa di antara Ramadhan ke Ramadhan Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

الصلوات الخمس. والجمعة إلى الجمعة. ورمضان إلى رمضان. مكفرات ما بينهن. إذا اجتنب الكبائر

“Shalat yang lima waktu, dari jumat ke jumat, dan ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa di antara mereka, jika dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim No. 233)

Dibuka Pintu Surga, Dibuka pinta Rahmat, Ditutup Pintu Neraka, dan Syetan dibelenggu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَان فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتْ الشَّيَاطِين

”Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu.” (HR. Muslim No. 1079)

Dalam hadits lain:

إذا كان رمضان فتحت أبواب الرحمة، وغلقت أبواب جهنم، وسلسلت الشياطين

”Jika bulan Ramadhan maka dibukalah pintu-pintu rahmat, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dirantai.” (HR. Muslim No. 1079)

Maka sepantasnya kita sebagai kaum muslimin muslimat untuk menyambut kedatangannya bulan suci ramadhan ini dengan kata kata ucapan ramadhan seperti di bawah ini:

Ucapan 1
Marhaban yaa Ramadhan,
Pucuk selasih bertunas menjulang,
Dahannya patah tolong betulkan,
Puasa Ramadhan kembali menjelang,
Salah dan khilaf mohon dimaafkan.
Selamat Menunaikan Ibadah puasa.
Ucapan 2
Marhaban ya ramadhan
Selamat datang bulan suci
Namamu senantiasa di hati
Kedatanganmu selalu dinanti
Fadhilah dan ganjaranmu ramai dicari
Ibadahmu diberkati
Dan kepergianmu pun ditangisi
Selamat menggapai ridha ilahi
Ucapan 3
Bila canda membuat tertawa
Hati bahagia wajah ceria
Maaf dipinta segala dosa
Sambut gembira puasa mulia
Selamat menjalankan ibadah Ramadhan
Ucapan 4
Sangatlah cantik kain pelikat
Dipakai orang pergi ke pekan
Puasa Ramadhan sudahlah dekat
Salah dan khilaf mohon dimaafkan
Ucapan 5
Ya Allah……
Perkayalah Saudaraku ini dengan keilmuan
Hiasi hatinya dengan kesabaran
Muliakan wajahnya dengan ketaqwaan
Perindalah fisiknya dengan kesehatan
Serta terimalah amal ibadahnya dengan kelipat gandaan
Karena hanya Engkau Dzat penguasa sekalian alam
Marhaban Ya Ramadhan...
Mohon maaf lahir dan bathin...madhanlah pemutihnya.
Maaf lahir dan batin.
Ucapan 6
Tiada kemenangan tanpa zikrullah
tiada amal tanpa keikhlasan
tiada ampunan tanpa maaf dari sesama
marhaban ya ramadhan.
Ucapan 7
Marhaban ya Ramadhan,
semoga bulan ini penuh BBM (Bulan Barokah dan Maghfirah)
mari kita PREMIUM (Pre Makan dan Minum)
serta SOLAR (Sholat Lebih Rajin ), dan
MINYAK TANAH (Meningkatkan Iman dan Banyak Tahan Nafsu Amarah)
serta PERTAMAX (Perangi Tabiat Maksiat)
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Ucapan 8
Jika semua harta adalah racun, maka zakatlah penawarnya.
Jika seluruh umur adalah dosa, maka tobatlah obatnya.
Jika seluruh bulan adalah noda, maka Ramadhanlah pemutihnya.
Maaf lahir dan batin
Ucapan 9
Seiring terbenam mentari diakhir Sya’ban
Tibalah kini bulan Ramadhan
Pesan ini sebagai ganti jabat tangan
Tuk memohonkan maaf dari kekhilafan
Marhaban yaa Ramadhan
Ucapan 10
Setetes Embun di Pagi hari
Jatuh di atas Bunga Melati
Inilah waktunya untuk perbaiki diri
Di Bulan yang suci ini
Selamat menjalankan Ibadah Puasa, semoga kita semua bisa diberkahi oleh Bulan yang mahrifah ini..Amiin..
Ucapan 11
Nafaspun menjadi tasbih, tidurpun menjadi ibadah, amal diterima&doa2 dijabah
bagi orang yang shaum&rajin membaca Kitab-Nya di bulan ramadhan
Marhaban ya Ramadhan, maaf lahir dan bathin, selamat menjalankan ibadah PUASA
Ucapan 12
Segagah apapun diri, bukanlah pahlawan jika nafsu tak dapat dilawan.
Setinggi apapun derajat, bukanlah mulia jika tak ada iman di dada.
Setinggi langitpun ilmu, bukanlah bijaksana jika tak diamal dan diguna.
Sealim apapun akhlak, bukanlah ulama jika takabur dan riya'.
Selamat menyambut Ramadhan.
Ucapan 13
Berharap padi dalam lesung
Yang ada cuma rumpun jerami
Harapan hati bertatap langsung
Cuma terlayang e-mail/SMS/status/komentar/inbox ini.
Sebelum cahaya padam
Sebelum hidup berakhir
Sebelum pintu tobat tertutup
Sebelum Ramadhan datang
Saya mohon maaf lahir dan bathin
Ucapan 14
Jika hati sejernih air, jangan biarkan ia keruh.
Jika hati seputih awan, jangan biarkan ia mendung.
Jika hati seindah bulan, bingkailah ia dengan iman.
Mohon kemaafan agar ramadhan ini penuh keikhlasan.
Ucapan 15
Sebelas bulan Kita kejar dunia,
Kita umbar napsu angkara.
Sebulan penuh Kita gelar puasa,
Kita bakar segala dosa.
Sebelas bulan Kita sebar dengki Dan prasangka,
Sebulan penuh Kita tebar kasih sayang sesama.
Dua belas bulan Kita berinteraksi penuh salah Dan khilaf,
Di Hari suci nan fitri ini, Kita cuci hati, Kita buka pintu maaf.
Selamat Ramadhan 1441/2020, mohon maaf lahir Dan batin
Itulah yang dapat saya sampaikan tentang Kata-Kata Ucapan Puasa Ramadhan 1441/2020, begitu juga kami sajikan acara pekan raya jakarta prj 2020, Kata Kata Berbuka Puasa Ramadhan, semoga dengan adanya kata kata ini menjadi lebih menambah kecintaan kita kepada Alloh SWT, bahkan pada bulan suci ramadhan itu ada spesialis amalan yang harus dilaksanakan seperti shalat tarawih, doa akhir dan awal tahun, dan masih banyak lagi yang lainnya, maka untuk Niat Dan Doa Shalat Tarawih kami disini telah menyajikannya tinggal terus aja Update barang kali ada saudara kami di manapun berada yang masih belum faham atau mungkin lupa lagi tata cara shalat tarawih dan keutamaannya yang sebenarnya menurut ajaran Islam.

Hadits Shahih Tentang Sholat Tarawih 23 11 Rakaat Sesuai Sunnah

Hadits Shahih Tentang Sholat Sunnah tarawih - Hadits dalil naqli tentang sejarah pelaksanaan jumlah shalat tarawih 8 rakaat, 11 rakaat, 20 rakaat, 23 rakaat, 30 rakaat sesuai sunnah Rosululloh SAW, karena dalam pelaksanaan sholat tarawih di masyarakat kita ini berbeda bada maka untuk itu kami disini akan sedikit memberikan dalil tentang jumlah sholat tarawin yang shohih dalam hadits riwayat imam bukhori muslim.

Umat islam pada umumnya dalam melaksanakan shalat sunat tarawih itu biasanya baik dikalangan anak-anak ataupun dewasa cuma malam pertama sampai malam ketujuh,padahal dengan pahala tersebut bisa lebih menjadikan kesempurnaan puasa kita dan pelaksanaan tarawih itu bukan cuma sampai disitu, tapi sampai tutupnya bulan ramadhan.Nah oleh karena itu supaya kita lebih mengutamakan shalat tarawih saya disini akan menjelaskan dalil-dalilnya dengan hadits shahih tentang hukum dan pahalanya shalat tersebut.

Shalat tarawih adalah merupakan amalan shalat sunat yang khusus dilaksanakannya pada bulan ramadhan luar dari pada ramadhan tidak ada yang dinamakan shalat tarawih. Mengapa shalat itu dinamakan shalat tarawih? Untuk jawabannya  karena setiap selesai dari empat rakaat, para jama'ah diharuskan duduk sejenak sambil berdoa untuk istirahat.Tapi walaupun sunat kita harus benar-benar disiplin dalam melaksanakannya karena dalam pelaksanaan shalat wajib dan sunat itu sama tidak ada perbedaannya dalam melaksanakan syarat dan rukun juga pembatalanya.

Dalil Hadits Shahih Tentang Sholat Tarawih 23 Dan 11 Rakaat Sesuai Sunnah

Adapun jumlah bilangan shalat tarawih itu memang banyak perbedaan diataranya ada yang mengatakan 8 rakaat ditambah witir 3 jadi jumlah 11 rakaat, ada juga yang mengatakan 20 rakaat di tambah witir 3 rakaat jadi 23 rakaat, nah untuk mengatasi permasalahan seperti itu maka kami di sini akan berbagi Ilmu mengenai hadits shahih shalat tarawih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam seperti dibawah ini.

Keutamaan Pertama:

Allah Ta’ala akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu bagi siapa saja yang melakukan sholat Tarawih dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala dan ridho Allah semata. Bukan karena riya’ dan sum’ah (ingin dilihat dan didengar amal kebaikannya oleh orang lain.Hal ini berdasarkan hadits SHOHIH berikut ini:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلّى الله عليه وسلّم : « مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

» Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (yakni sholat malam pada bulan zromadhon) karena iman dan mengharap pahala dan ridho Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. al-Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).

Imam Nawawi rahimahullah berbicara : “Yang dimaksud qiyam Ramadhan merupakan sholat Tarawih.”Ibnul Mundzir rahimahullah menerangkan berdasarkan nash (tekstual) hadits ini bahwa yg dimaksud “pengampunan pada dosa-dosa yg sudah dulu dalam hadits ini ialah mampu mencakup dosa besar dan dosa kecil.

Sedangkan imam An Nawawi menyampaikan bahwa yg dimaksudkan pengampunan dosa di sini yakni husus buat dosa-dosa kecil saja. Dikarenakan dosa-dosa besar tidaklah diampuni dengan menjalankan amal-amal Sholih, akan tetapi cuma dengan jalankan Taubah Nasuha, merupakan taubah yang sempurna.

Keutamaan Ke-2 :
Barangsiapa melakukan sholat Tarawih berjamaah dengan imam sampai selesai, sehingga akan dicatat baginya pahala seperti orang yg melaksanakan qiyamul lail semalam penuh.Perihal ini berdasarkan Hadits Shohih berikut ini :

Dari Abu Dzar rdhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam sempat menghimpun keluarga dan para sahabatnya. Dulu beliau bersabda :

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً

“Sesungguhnya barangsiapa yang shalat (Tarawih) bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyamul lail satu malam penuh.” (HR. An-Nasai no.1605, At-Tirmidzi no.806, Ibnu Majah no.1327, dan selainnya. Dan hadits ini dinyatakan SHOHIH oleh At-Tirmidzi dan Syaikh al-Albani dalam Irwa’ Al-Gholil no. 447). Hadits ini sekaligus juga memberikan anjuran, agar melakukan shalat tarawih secara berjamaah dan mengikuti imam hingga selesai.

Ada sebagian orang berpendapat,shalat Tarawih berjama'ah baru dikerjakan pada zaman khalifah Umar binKhaththab. Benarkah demikian? Mari kita tengok sejarah melalui hadits-hadits serta riwayat-riwayat shahih apa yang terjadi pada zaman Nabi dan bagaimana yang terjadi pada masa Khulafa'ur Rasyidin.

SHALAT TARAWIH PADA ZAMAN NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah melakukan dan memimpin shalat tarawih. Bahkan beliau  menuturkan fadhilahnya, dan menyetujui jama'ah tarawih yg dipimpin oleh sohib Ubay Badan Intelijen Negara Ka'ab.

Berikut ini yakni dalil-dalil yang memaparkan, bahwa shalat tarawih dengan cara berjama'ah disunnahkan oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan dilakukan dengan cara khusyu' dengan bacaan yang panjang.

1. Hadits Nu'man Badan Intelijen Negara Basyir, Radhiyallahu anhu : Ia berbicara : "Kami melaksanakan qiyamul lail (tarawih) dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada malam 23 bln Ramadhan, hingga sepertiga tengah malam. Setelah Itu kami shalat lagi dengan beliau pada malam 25 Ramadhan (berhenti) hingga separoh tengah malam. Seterusnya dia memimpin lagi pada malam 27 Ramadhan hingga kami menyangka tak bakal pernah memperoleh sahur." [HR. Nasa'i, Ahmad, Al Hakim. Shahih]

2. Tsa'labah bin Abi Malik Al Qurazhi Radhiyallahu anhu berkata: "Pada suatu malam, di malam Ramadhan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar rumah, kemudian beliau melihat sekumpulan orang disebuah pojok masjid sedang melaksanakan shalat. Beliau lalu bertanya, 'Apa yang sedang mereka lakukan?' Seseorang menjawab, 'Ya Rasulullah, sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak membaca Al Qur'an, sedang Ubay bin Ka'ab ahli membaca Al Qur'an, maka mereka shalat (ma'mum) dengan shalatnya Ubay.' Beliau lalu bersabda,
قَدْ أَحْسَنُوْا وَقَدْ أَصَابُوْا 'Mereka telah berbuat baik dan telah berbuat benar.' Beliau tidak membencinya."[HR Abu Daud dan Al Baihaqi, ia berkata: Mursal hasan. Syaikh Al Albani berkata, "Telah diriwayatkan secara mursal dari jalan lain dari Abu Hurairah,dengan sanad yang tidak bermasalah (bisa diterima).". [Shalat At Tarawih, 9]

SHALAT TARAWIH PADA ZAMAN KHULAFA’UR RASYIDIN

1. Abdurrahman Badan Intelijen Negara Abdul Qari' bicara, "Saya ke luar ke masjid dengan Umar Radhiyallahu anhu pada bln Ramadhan. Disaat itu beberapa orang berpencaran; ada yg shalat sendirian, dan ada yg shalat dgn jama'ah yg kecil(kurang dari sepuluh orang). Umar berbicara, 'Demi Allah, aku melihat(berpandangan),bila mereka saya satukan di belakang satu imam, pasti lebih penting,' Setelah Itu dirinya bertekad dan menghimpun mereka dibawah pimpinan Ubay Badan Intelijen Negara Ka'ab. Setelah Itu aku ke luar lagi dgn dirinya terhadap tengah malam lain. Diwaktu itu beberapa orang sedang shalat di belakang imam mereka. Sehingga Umar Radhiyallahu anhu berbicara,'Ini yakni sebaik-baik aspek baru.' & shalat akhir tengah malam kelak lebih mutlak dari shalat yg mereka kerjakan kini." Sejarah ini berjalan terhadap th 14H.

2. Saib Badan Intelijen Negara Yazid rahimahullah (Meninggal 91 H) berkata, "Umar Radhiyallahu anhu memerintah Ubay Badan Intelijen Negara Ka'ab dan Tamim Ad Dari Radhiyallahu anhuma supaya memimpin shalat tarawih pada bln Ramadhan bersama 11 raka'at. Sehingga sang qari' membaca bersama beberapa ratus ayat, sampai kita bersandar terhadap tongkat lantaran sangat lamanya berdiri. Sehingga kami tak pulang dari tarawih, melainkan telah di ujung fajar." [Fathul Bari, 4/250-254; Shalat At Tarawih, 11; Al ljabat Al Bahiyyah,15-18; Al Majmu', 4/34]

3. Para sahabat Rasulullah, shalat tarawih di masjid Nabawi pada malam-malam Ramadhan dengan cara awza'an (berpencar-pencar). Orang yg sanggup membaca Al Qur'an ada yg mengimami 5 orang, ada yg 6 orang, ada yg lebih sedikit dari itu, dan ada yg lebih banyak. Az Zuhri bicara, "Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, beberapa orang shalat tarawih secara seperti itu. Selanjutnya pada musim Abu Bakar, caranya konsisten seperti itu; demikian serta awal khalifah Umar."

BERAPA RAKA’AT TARAWIH RASULULLAH SHALLALLAHU A’ALAIHI WA SALLAM ? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melakukan dan memimpin shalat tarawih, terdiri dari sebelas raka'at (8 +3). Dalilnya sebagai berikut.

1. Hadits Aisyah Radhiyallahu anhuma : ia ditanya oleh Abu Salamah Abdur Rahman tentang qiyamul lailnya Rasul pada bulan Ramadhan, ia menjawab:

إنَّهُ كَانَ لاَ يَزِيْدُ فِي رَمَضَانَ وَلاَ فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ

"Sesungguhnya beliau tidak pernah menambah pada bulan Ramadhan, atau pada bulan lainnya. lebih dari sebelas raka'at. [HR Bukhari, Muslim]
Ibn Hajar berkata, "Jelas sekali, bahwa hadits ini menunjukkan shalatnya Rasul (adalah) sama semua di sepanjang tahun."

2. Hadits Jabir bin Abdillah Radhiyallahu anhu ia berkata: "Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat dengan kami pada bulan Ramadhan 8 raka'at dan witir. Ketika malam berikutnya, kami berkumpul di masjid dengan harapan beliau shalat dengan kami. Maka kami terus berada di masjid hingga pagi, kemudian kami masuk bertanya, "Ya Rasulullah, tadi malam kami berkumpul di masjid, berharap anda shalat bersama kami," maka beliau bersabda, "Sesungguhnya aku khawatir diwajibkan atas kalian. "[HR Thabrani, Ibnu Hibban dan Ibnu Huzaimah, dihasankan oleh Al Albani. ShalatAt Tarawih, 18; Fath Al Aziz 4/265]

3. Pengakuan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang 8 raka'atdan 3 witir. Ubay bin Ka'ab datang kepada Rasulullah, lalu berkata,"Ya Rasulullah, ada sesuatu yang saya kerjakan tadi malam (Ramadhan). Beliau bertanya,"Apa itu, wahai Ubay?" Ia menjawab,"Para wanita di rumahku berkata,'Sesungguhnya kami ini tidak membaca Al Qur'an. Bagaimana kalau kami shalat dengan shalatmu?' Ia berkata,"Maka saya shalat dengan mereka 8 raka'at dan witir. Maka hal itu menjadi sunnah yang diridhai. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengatakan apa-apa."[HR Abu Ya'la, Thabrani dan Ibn Nashr, dihasankan oleh Al Haitsami dan Al Albani. Lihat Shalat At-Tarawih, 68]. Adapun hadits-hadits yang menjelaskan bahwa Rasulullah shalat tarawih dengan 20 raka'at, maka haditsnya tidak ada yang shahih. [Fathul Bari, 4/254; Al Hawi. 1/413; Al Fatawa Al Haditsiyah, 1.195: ShalatAt Tarawih, 19-21]

BERAPA RAKAAT TARAWIH SAHABAT DAN TABIIN PADA MASA UMA RA?

Ada beberapa riwayat shahih tentang bilangan raka'at shalat tarawih para sahabat pada zaman Umar Radhiyallahu anhu . Yaitu: 11 raka'at, 13 raka'at, 21 raka'at, dan 23 raka'at. Kemudian 39 raka'at juga shahih, pada masa Khulafaur Rasyidin setelah Umar; tetapi hal ini khusus di Madinah. Berikut keterangan pada masa Umar

1. Sebelas raka'at. Umar Radhiyallahu anhu memerintahkan kepada Ubay danTamim Ad Dari Radhiyallahu anhuma untuk shalat 11 raka'at. Mereka membaca ratusan ayat, sampai makmum bersandar pada tongkat karena kelamaan dan selesai hampir Subuh. Demikian ini riwayat Imam Malik dari Muhammad bin Yusuf dari Saib Ibn Yazid. Imam Suyuthi dan Imam Subkhi menilai, bahwa hadits ini sangat shahih. Syaikh Al Albani juga menilai, bahwa hadits ini shahih sekali.

2. Tiga belas raka'at. Semua perawi dari Muhammd Ibn Yusuf mengatakan 11 raka'at, kecuali Muhammad Ibn Ishaq. Ia berkata 13 raka'at (HR Ibn Nashr), akan tetapi hadits ini sesuai dengan hadits 'Aisyah yang mengatakan 11 raka'at. Hal ini bisa dipahami, bahwa termasuk dalam bilangan itu ialah 2 raka'at shalat Fajar, atau 2 raka'at pemula yang ringan, atau 8 raka'at ditambah 5 raka'at Witir.

3. Dua puluh raka'at (ditambah 1 atau 3 raka'at Witir). Abdur Razzaq meriwayatkan dari Muhammad Ibn Yusuf dengan lafadz "21 raka'at" (sanad shahih). Al Baihaqi dalam As Sunan dan Al Firyabi dalam Ash Shiyam meriwayatkan dari jalur Yazid Ibn Khushaifah dari SaibIbn Yazid, bahwa mereka- pada zaman Umar di bulan Ramadhan shalat tarawih 20 raka'at. Mereka membaca ratusan ayat, dan bertumpu 'pada tongkat pada zaman Utsman, karena terlalu lama berdiri.

Riwayat ini dishahihkan oleh Imam Al Nawawi, Al Zaila'i, Al Aini, Ibn Al Iraqi, Al Subkhi, As Suyuthi, Syaikh Abdul Aziz bin Bazz, dan lain-lain. Sementara itu Syaikh Al Albani menganggap, bahwa dua riwayat ini bertentangan dengan riwayat sebelumnya, tidak bisa dijama' (digabungkan). Maka beliau memakai metode tarjih (memilih riwayat yang shahih dan meninggalkan yang lain).

Beliau menyatakan, bahwa Muhammad Ibn Yusuf perawi yang tsiqah tsabit (sangat terpercaya), telah meriwayatkan dari Saib Ibn Yazid 11 raka'at. Sedangkan Ibn Khushaifah yang hanya pada peringkat tsiqah (terpercaya) meriwayatkan 21 raka'at. Sehingga hadits Ibn Khushaifah ini -menurut beliau-adalah syadz (asing, menyalahi hadits yang lebih shahih). [Al Majmu', 4/32; Shalat At Tarawih, 46; Al Ijabat Al Bahiyyah. 16-18]

Perlu diketahui, selain Ibn Khushaifah tadi, ada perawi lain, yaitu Al Harits Ibn Abdurrahman Ibn Abi Dzubab yang meriwayatkan dari Saib Ibn Yazid, bahwa shalat tarawih pada masa Umar 23raka'at. [HR Abdurrazzaq. Lihat At Tamhid 3/518-519]

Selanjutnya 23 raka'at diriwayatkan juga dari Yazid Ibn Ruman secara mursal, karena ia tidak menjumpai zaman Umar. Yazid Ibn Ruman adalah mawla (mantan budak) sahabat Zubair Ibn Al Awam (36 H), ia salah seorang qurra' Madinah yang tsiqat tsabit (meninggal pada tahun 120 atau130 H). Ia memberi pernyataan, bahwa masyarakat (Madinah) pada zaman Umar telah melakukan qiyam Ramadhan dengan bilangan 23 raka'at. [HR Malik, Al Firyabi, Ibn Nashr dan Al Baihaqi. Lihat Shalat At Tarawih,53; Al Ijabat Al Bahiyyah, 16; At Tamhid, 9/332, 519; Al Hawadits, 141]

BAGAIMANA JALAN KELUARNYA?

Jumhur ulama mendekati riwayat-riwayat di atas dengan metode al jam'u, bukan metode at tarjih, sebagaimana yang dipilih oleh Syaikh Al Albani. Dasar pertimbangan jumhur adalah:

1. Riwayat 20 (21, 23) raka'at adalah shahih.
2. Riwayat 8 (11, 13) raka'at adalah shahih.
3. Fakta sejarah menurut penuturan beberapa tabi'in dan ulama salaf.
4. Menggabungkan riwayat-riwayat tersebut adalah mungkin, maka tidak perlu pakai tarjih, yang konsekuensinya adalah menggugurkan salah satu riwayat yang shahih.

BEBERAPA KESAKSIAN PELAKU SEJARAH

1. Imam Atho' Ibn Abi Rabah mawla Quraisy, (budak yang dimerdekakan ole Quraisy) lahir pada masa Khilafah Utsman Radhiyallahu anhu (antara tahun 24 Hsampai 35 H), yang mengambil ilmu dari Ibn Abbas Radhiyallahu anhu, (wafat 67 / 68 H), Aisyah Radhiyallahu anuhma dan yang menjadi mufti Mekkah setelah Ibn Abbas hingga tahun wafatnya 114 H) memberikan kesaksian: "Saya telah mendapati orang-orang (masyarakat Mekkah) pada malam Ramadhan shalat 20 raka'at dan 3raka'at witir." [Fathul Bari, 4/235]

2. Imam Nafi' Al Qurasyi,(mawla (mantan budak) Ibn Umar Radhiyallahu ahu (wafat 73 H), mufti Madinah yang mengambil ilmu dari Ibn Umar, Abu Said, Rail' Ibn Khadij, Aisyah, Abu Hurairah dan Ummu Salamah, yang dikirim oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz ke Mesir sebagai da'i dan meninggal di Madinah pada tahun 117 H) telah memberikan kesaksian sebagai berikut: "Saya mendapati orang-orang (masyarakat Madinah); mereka shalat pada bulan Ramadhan 36 raka'at dan witir 3 raka'at." [Al Hawadits, 141; Al Hawi, 1/415]

3. Daud Ibn Qais bersaksi, "Saya mendapati orang-orang di Madinah pada masa pemerintahan Aban Ibn Utsman Ibn Affan Al Umawi (Amir Madinah, wafat 105 H) dan Khalifah Umar Ibn Abdul Aziz (Al Imam Al Mujtahid,wafat 101 H) melakukan qiyamulail (Ramadhan) sebanyak 36 raka'at ditambah 3 witir." [Fathul Bari, 4/253]

4. Imam Malik Ibn Anas (wafat 179 H) yang menjadi murid Nafi' berkomentar, "Apa yang diceritakan oleh Nafi', itulah yang tetap dilakukan oleh penduduk Madinah. Yaitu apa yang dulu ada pada zaman Utsman Ibn Affan Radhiyallahu anhu." [Al Hawadits, 141]

5. Imam Syafi'i, murid Imam Malik yang hidup antara tahun 150 hingga 204 H. mengatakan, "Saya menjumpai orang-orang di Mekkah. Mereka shalat (tarawih, red.) 23 raka'at. Dan saya melihat penduduk Madinah, mereka shalat 39 raka'at, dan tidak ada masalah sedikitpun tentang hal itu." [Sunan Thmidzi, 151; Fath Al Aziz, 4/266; Fathul Bari, 4/23]

BEBERAPA PEMAHAMAN ULAMA DALAM MENGGABUNGKAN RIWAYAT-RIWAYAT SHAHIH DI ATAS 

1. Imam Syafi'i, setelah meriwayatkan shalat di Mekkah 23 raka'at dan di Madinah 39 raka'at berkomentar, "Seandainya mereka memanjangkan bacaan dan menyedikitkan bilangan sujudnya, maka itu bagus. Dan seandainya mereka memperbanyak sujud dan meringankan bacaan, maka itu juga bagus; tetapi yang pertama lebih aku sukai." [Fathul Bari, 4/253]

2. Ibn Hibban (wafat 354 H) berkata, "Sesungguhnya tarawih itu pada mulanya adalah 11 raka'at dengan bacaan yang sangat panjang hingga memberatkan mereka. Kemudian mereka meringankan bacaan dan menambah bilangan raka'at, menjadi 23 raka'at dengan bacaan sedang. Setelah itu mereka meringankan bacaan dan menjadikan tarawih dalam 36 raka'at tanpa witr." [Fiqhus Sunnah, 1/174]

3.Al Kamal Ibnul Humam mengatakan,"Dalil-dalil yang ada menunjukkan, bahwa dari 20 raka'at itu, yang sunnah adalah seperti yang pernah dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan sisanya adalah mustahab." (Ibid, 1/175)

4.Al Subkhi berkata, "Tarawih adalah termasuk nawafil. Terserah kepada masing-masing, ingin shalat sedikit atau banyak. Bolehjadi mereka terkadang memilih bacaan panjang dengan bilangan sedikit, yaitu 11raka'at. Dan terkadang mereka memilih bilangan raka'at banyak, yaitu 20 raka'atdaripada bacaan panjang, lalu amalan ini yang terus berjalan." [Al Hawi,1/417]

5. Ibn Taimiyah berkata, "Ia boleh shalat tarawih 20 raka'at sebagaimana yang mashur dalam madzhab Ahmad dan Syafi'i. Boleh shalat 36 raka'at sebagaimana yang ada dalam madzhab Malik. Boleh shalat 11 raka'at, 13 raka'at. Semuanya baik. Jadi banyaknya raka'at atau' sedikitnya tergantung lamanya bacaan dan pendeknya." Beliau juga berkata,"Yang paling utama itu berbeda-beda sesuai dengan perbedaan orang yang shalat.

Jika mereka kuat 10 raka'at ditambah witir 3 raka'at sebagaimana yang diperbuat oleh Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Ramadhan dan di luar Ramadhan maka ini yang lebih utama. Kalau mereka kuat 20 raka'at, maka itu afdhal dan inilah yang dikerjakan oleh kebanyakan kaum muslimin, karena ia adalah pertengahan antara 10 dan 40. Dan jika ia shalat dengan 40 raka'at, maka boleh, atau yang lainnya juga boleh. Tidak dimaksudkan sedikitpun dari hal itu, maka barangsiapa menyangka, bahwa qiyam Ramadhan itu terdiri dari bilangan tertentu, tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang, maka ia telah salah." [Majmu' Al Fatawa, 23/113; Al Ijabat Al Bahiyyah, 22; Faidh Al Rahim Al Kalman,132; Durus Ramadhan,48]

6.Al Tharthusi (451-520 H) berkata, Para sahabat kami (Malikiyah) menjawab dengan jawaban yang benar, yang bisa menyatukan semua riwayat. Mereka berkata,"Mungkin Umar pertama kali memerintahkan kepada mereka 11 raka'at dengan bacaan yang amat panjang. Pada raka'at pertama, imam membaca sekitar dua ratus ayat, karena berdiri lama adalah yang terbaik dalam shalat. Tatkala masyarakat tidak lagi kuat menanggung hal itu, maka Umar memerintahkan 23 raka'at demi meringankan lamanya bacaan. Dia menutupi kurangnya keutamaan dengan tambahan raka'at. Maka mereka membaca surat Al Baqarah dalam 8 raka'atatau 12 raka'at sesuai dengan hadits al a'raj tadi."

Telah dikatakan, bahwa pada waktu itu imam membaca antara 20 ayat hingga 30 ayat. Hal ini berlangsung terus hingga yaumul Harrah (penyerangan terhadap Madinah oleh YazidIbn Mu'awiyyah) tahun 60 H maka terasa berat bagi mereka lamanya bacaan. Akhirnya mereka mengurangi bacaan dan menambah bilangannya menjadi 36 raka'at ditambah 3 witir. Dan inilah yang berlaku kemudian. Bahkan diriwayatkan, bahwa yang pertama kali memerintahkan mereka shalat 36 raka'at ditambah dengan 3 witir ialah Khalifah Muawiyah Ibn Abi Sufyan (wafat 60 H). Kemudian hal tersebut dilakukan terus oleh khalifah sesudahnya. Lebih dari itu, Imam Malik menyatakan, shalat 39 raka'at itu telah ada semenjak zaman Khalifah Utsman Radhiyallahu anhu. Kemudian Khalifah Umar Ibn Abdul Aziz (wafat 101 H) memerintahkan agar imam membaca 10 ayat pada tiap raka'at. Inilah yang dilakukan oleh para imam, dan disepakati oleh jama'ah kaum muslimin, maka ini yang paling utama dari segi takhfif (meringankan). [Lihat Al Hawadits, 143-145]

7. Ada juga yang mengatakan, bahwa Umar Radhiyallahu anhu memerintahkan kepada dua sahabat, yaitu "Ubay bin Ka'ab dan Tamim Ad Dari Radhiyallahu anhuma, agar shalat memimpin tarawih sebanyak 11 raka'at, tetapi kedua sahabat tersebut akhirnya memilih untuk shalat 21 atau 23 raka'at. [Durus Ramadhan, 47]

8. Al Hafidz Ibn Hajar berkata, "Hal tersebut dipahami sebagai variasi sesuai dengan situasi, kondisi dan kebutuhan manusia. Kadang-kadang 11raka'at, atau 21, atau 23 raka'at, tergantung kesiapan dan kesanggupan mereka.Kalau 11 raka'at, mereka memanjangkan bacaan hingga bertumpu pada tongkat. Jika 23 raka'at, mereka meringankan bacaan supaya tidak memberatkan jama'ah. [Fathul Bari, 4/253]

9. Imam Abdul Aziz Ibn Bazz mengatakan: "Diantara perkara yang terkadang samar bagi sebagian orang adalah shalat tarawih. Sebagian mereka mengira, bahwa tarawih tidak boleh kurang dari 20 raka'at. Sebagian lain mengira, bahwa tarawih tidak boleh lebih dari 11 raka'at atau 13 raka'at. Ini semua adalah persangkaan yang tidak pada tempatnya, bahkan salah; bertentangan dengan dalil. Hadits-hadits shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menunjukkan, bahwa shalat malam itu adalah muwassa' (leluasa, lentur, fleksibel).

Tidak ada batasan tertentu yang kaku. yang tidak boleh dilanggar. Bahkan telah shahih dari Nabi, bahwa beliau shalat malam 11 raka'at, terkadang 13 raka'at, terkadang lebihsedikit dari itu di Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Ketika ditanya tentang sifat shalat malam,beliau menjelaskan: "dua rakaat-dua raka'at, apabila salah seorang kamu khawatir subuh, maka shalatlah satu raka'at witir, menutup shalat yang ia kerjakan." [HR Bukhari Muslim]

Beliau tidak membatasi dengan raka'at-raka'at tertentu, tidak di Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Karena itu, para sahabat Radhiyallahu anhum pada masa Umar Radhiyallahu anhu di sebagian waktu shalat 23 raka'at dan pada waktu yang lain 11 raka'at. Semua itu shahih dari Umar Radhiyallahu anhu dan para sahabat Radhiyallahu anhum pada zamannya. Dan sebagian salaf shalat tarawih 36 raka'at ditambah witir 3 raka'at. Sebagian lagi shalat 41 raka'at.

Semua itu dikisahkan dari mereka oleh Syaikhul Islam Ibn Taimiyah dan ulama lainnya. Sebagaimana beliau juga menyebutkan, bahwa masalah ini adalah luas (tidak sempit). Beliau juga menyebutkan, bahwa yang afdhal bagi orang yang memanjangkan bacaan, ruku'. sujud, ialah menyedikitkan bilangan raka'at(nya). Dan bagi yang meringankan bacaan, ruku' dan sujud (yang afdhal) ialah menambah raka'at(nya). Ini adalah makna ucapan beliau. Barangsiapa merenungkan sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia pasti mengetahui, bahwa yang paling afdhal dari semuanya itu ialah 11 raka'at atau 13 raka'at. Di Ramadhan atau di luar Ramadhan. Karena hal itu yang sesuai dengan perbuatan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kebiasaannya. Juga karena lebih ringan bagi jama'ah. Lebih dekat kepada khusyu' dan tuma'ninah. Namun, barangsiapa menambah (raka'at), maka tidak mengapa dan tidak makruh,seperti yang telah lalu."[Al Ijabat Al Bahiyyah, 17-18. Lihat juga Fatawa Lajnah Daimah, 7/194-198]

KESIMPULAN
Maka berdasarkan paparan di atas, saya bisa mengambil kesimpulan, antara lain:

1. Shalat tarawih merupakan bagian dari qiyam Ramadhan, yang dilakukan setelah shalat Isya' hingga sebelum fajar, dengan dua raka'at salam dua raka'at salam. Shalat tarawih memiliki keutamaan yang sangat besar. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkannya -dan para sahabat punmenjadikannya- sebagai syiar Ramadhan.

2. Shalat tarawih yang lebih utama sesuai dengan sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu bilangannya 11 raka'at. Inilah yang lebih baik. Seperti ucapan Imam Malik rahimahullah, "Yang saya pilih untuk diri saya dalam qiyam Ramadhan, ialah shalat yang diperintahkan oleh Umar Radhiyallahu anhu, yaitu 11 raka'at, yaitu (cara) shalat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun 11 adalah dekat dengan 13." [Al Hawadits, 141]

3. Perbedaan tersebut bersifat variasi, lebih dari 11 raka'at adalah boleh, dan 23 raka'at lebih banyak diikuti oleh jumhur ulama, karena ada asalnya dari para sahabat pada zaman Khulafaur Rasyidin, dan lebih ringan berdirinya dibanding dengan 11 raka'at.

4. Yang lebih penting lagi adalah prakteknya harus khusyu', tuma'ninah. Kalau bisa lamanya sama dengan tarawihnya ulama salaf, sebagai pengamalan hadits "Sebaik-baik shalat adalah yang panjang bacaanya"

Demikian keutamaan sholat Tarawih berdasarkan hadits-hadits Shohih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. Semoga Allah Ta’ala memberikan Taufiq dan pertolongan-Nya kepada kita semua untuk dapat istiqomah dalam melaksanakan sholat tarawih dan ibadah lainnya jangan hanya berbagi ucapan ramadhan 2020 saja dan kita bisa lebih perhatian atas adanya jadwal imsakiyah di bulan-bulan setelahnya. Amiin. Begitu juga kami telah merangkum bacaan doa menyambut ramadhan, kata ucapan ramadhan dan masih banyak lago yang lainnya.

Tata Cara Bacaan Niat Doa Sholat Tarawih Dan Witir Sesuai Sunnah

Tata Cara Niat Dan Doa Sholat Tarawih Serta Keutamaannya - Banyak orang pada bertanya-tanya tentang dalil hukum hikmah Keutamaan atau pengertian tata cara niat shalat tarawih dan witir berjamaah berapa rakaat 20 tambah witir 3 atau 8 tambah 3 witir sesuai sunnah akan kami sedikit memberikan penjelasannya

Bulan suci ramadhan memiliki banyak alaman yamg husus di laksanakan diantaranya melaksanakan puasa wajib atau fardhu, sholat sunnah tarawih dan yang lainnya bahkan ada juga ibadah yang spesial harus dikerjakan pada bulan ramadhan yaitu shalat tarawih, selain bulan ramadhan kita tidak boleh melaksanakannya, itu menandakan istimewanya bulan ramadhan di banding dengan bulan-bulan yang lainya.

Bila mana bulan ramadhan telah tiba setelah pada awalnya kita berbagi ucapan ramadhan 2020, sepantasnya sebagai orang muslim mempunyai banyak kegiatan-kegiatan amal ibadah yang semestinya harus kita kerjakan selain kita melaksanakan kewajiban puasa sebulan lamanya demi kita memanfaatkan kesempatan pada bulan yang yang mulia dan penuh barakah ini.

Tata Cara Bacaan Niat Doa Sholat Tarawih Dan Witir Sesuai Sunnah

Sholat tarawih merupakan salah satu amal ibadah yang Allah syari’atkan bagi para hamba-Nya di bulan suci romadhon. dan hukum sholat tarawih adalah sunnah, namun walaupun hukumnya sunnah dalam tata cara pelaksanaan salat tarawih ini tidak ada bedanya dengan shalat fardlu (wajib hanya pada bacaan niat sholat tarawih yang membedakannya, bahkan kita ini dalam melaksanakan shalat tarawih itu harus sungguh-sunggu guna untauk menyempurnakan ibadah puasa kita sebagaimana yang akan kami paparkan Tata Cara Niat Dan Doa Shalat Tarawih Serta Keutamaannya dibawai ini:

Niat Shalat Tarawih :

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا/إِمَامًا للهِ تَعَالَ

Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini (ma’muman/imaaman) lillahi ta’aalaa

Artinya : “Aku niat Shalat Tarawih dua rakaat (jadi imam/ma’mum) karena Allah Ta’ala“

Doa Shalat Tarawih

اَللَّهُمَّ اجْعَلْناَ بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنْ، وَلِلْفَرَآئِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكاَةِفَاعِلِيْنَ، وَلَمَاعِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِى الْأَخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَآءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَآءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَآءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَآءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَآئِرِيْنَ، وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ، وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَمِنْ حُوْرٍ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آَكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفَّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مَنْ مَعِيْنٍ، مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ، وَحَسُنَ أُوْلَئِكَ رَفِيْقًا، ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هَذَا الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَآءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَآءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Artinya: Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang melaksanakan kewajiban- kewajiban terhadap-Mu, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat , yang ridha dengan ketentuan, yang ber¬syukur atas nikmat yang diberikan, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, sampai kepada telaga (yakni telaga Nabi Muhammad) yang masuk ke dalam surga, yang duduk di atas dipan kemuliaan, yang menikah de¬ngan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu yang murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Keutamaan Shalat Tarawih

Dari Ali bin Abi Thalib ra bahwa dia berkata :
Nabi Muhammad SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan.Kemudian beliau menjawab;
Seorang Muslim yang melaksanakan Sholat Tarawih dari Malam Pertama hingga Malam Terakhir (Ke-29 atau 30), maka Fadhilah (Kebaikan) yg ALLOH sediakan baginya pada tiap malam adalah:
1. Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.
2. Dan pada malam kedua, ia diampuni dan juga kedua orang tuanya (diampuni dosa-dosanya), jika keduanya mukmin.
3. Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, karena ALLOH telah mengampuni dosamu yang telah lewat.
4. Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).
5. Pada malam kelima, ALLOH Ta’ala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, Masjid Madinah (Nabawi) dan Masjidil Aqsha.
6. Pada malam keenam, ALLOH Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
7. Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa AS dan kemenangan Beliau atas Fir’aun dan Haman.
8. Pada malam kedelapan, ALLOH Ta’ala memberinya apa yang pernah ALLOH berikan kepada Nabi Ibrahin as
9. Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat kepada ALLOH Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi Muhammad SAW
10. Pada Malam kesepuluh, ALLOH Ta’ala mengkaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.
11. Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.
12. Pada malam keduabelas, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.
13. Pada malam ketiga belas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.
14. Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka ALLOH membebaskannya dari Hisab pada hari kiamat.
15. Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.
16. Pada malam keenam belas, ALLOH tetapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam Surga.
17. Pada malam ketujuh belas, ALLOH berikan padanya pahala seperti pahala para Nabi.
18. Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, “Hai hamba ALLOH, sesungguhnya ALLOH ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.
19. Pada malam kesembilan belas, ALLOH mengangkat derajat-derajatnya dalam Surga Firdaus.
20. Pada malam kedua puluh, ALLOH memberikannya pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).
21. Pada malam kedua puluh satu, ALLOH membangunkan untuknya sebuah gedung dari cahaya.
22. Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.
23. Pada malam kedua puluh tiga, ALLOH membangunkan untuknya sebuah kota di dalam surga.
24. Pada malam kedua puluh empat, ia memperoleh 24 (duapuluh empat) doa yang dikabulkan.
25. Pada malam kedua puluh lima, ALLOH Ta’ala membebaskannya dari azab kubur.
26. Pada malam keduapuluh enam, ALLOH mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
27. Pada malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati Shiroth pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.
28. Pada malam keduapuluh delapan, ALLOH mengangkat baginya 1000 (seribu) derajat dalam surga.
29. Pada malam kedua puluh sembilan, ALLOH memberinya pahala 1000 (seribu) haji yang diterima.
30. Dan pada malam ketiga puluh, ALLOH berfirman : “Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku.”

(Hadits ini disebutkan oleh Syaikh Utsman bin Hasan bin Ahmad al-Khubari dalam kitab Durrotun Nashihiin Fil Wa’zhi wal Irsyaad, hal. 16 – 17).

Keterangan ini memang dho'if , tapi walaupun dho'if , kita bisa mengamalkannya karena ada sebahagian ulama yang memberi keringanan mengamalkan hadist tersebut dalam fadilah amal asalkan memenuhi syarat-syaratnya sebagai berikut ini:

1. Dho’if-nya tidak terlalu dho’if.
2. Hadits dho’if tersebut memiliki ashlun (hadits pokok) dari hadits shahih, artinya ia berada di bawah kandungan hadits shahih.
3. Tidak boleh diyakini bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya.

Dari sini, berarti jika haditsnya sangat dhoif (seperti haditsnya diriwayatkan oleh seorang pendusta), maka tidak boleh diriwayatkan selamanya kecuali jika ingin dijelaskan kedhoifannya. Jika hadits tersebut tidak memiliki pendukung yang kuat dari hadits shahih, maka hadits tersebut juga tidak boleh diriwayatkan.

Misalnya hadits yang memiliki pendukung dari hadits yang shahih: Kita meriwayatkan hadits tentang keutamaan shalat Jama’ah, namun haditsnya dhoif. Maka tidak mengapa menyebut hadits tersebut untuk memotivasi yang lain dalam shalat jama’ah karena saat itu tidak ada bahaya meriwayatkannya. Karena jika hadits tersebut dho’if, maka ia sudah memiliki penguat dari hadits shahih. Hanya saja hadits dho’if tersebut sebagai motivator. Namun yang jadi pegangan sebenarnya adalah hadits shahih.

Akan tetapi ada syarat ketiga yang mesti diingat, yaitu hendaklah tidak diyakini bahwa hadits dhoif tersebut berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Syarat ketiga ini yang seringkali tidak diperhatikan. Karena kebanyakan orang menyangka bahwa hadits-hadits tersebut adalah hadits shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena tidak ditegaskan kalau hadits itu dho’if. Akibatnya timbul anggapan keliru.

Dalam syarat ketiga ini para ulama memberi aturan, hadits dho’if tersebut hendaknya dikatakan “qiila” (dikatakan) atau “yurwa” (ada yang meriwayatkan), tanpa kata tegas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Itulah yang dapat saya sampaikan tentang tata cara niat sholat tarawih Serta Keutamaannya semoga kita termotifasi dalam beramal dengan adanya kajian ini. Namun mengingat banyak pendapat dalam menentukan jumlah bilangan shalat tarawi kita bisa mengkajinya dalam Hadist Shahih Shalat Tarawih , pengertian shalat tarawih, ketentuan shalat witir, bacaan shalat tarawih, berapa jumlah rakaat shalat tarawih, tuliskan dalil tentang shalat tarawih boleh dilakukan dengan 20 rakaat, tata cara shalat tarawih 8 rakaat, bacaan bilal pada sholat tarawih, bagaimana cara melakukan shalat tarawih, pengertian jahiliyah dan masih banyak lagi yang lainnya. semoga dengan adanya artikel ini ada manfaatnya ngagi kita semua.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini Untuk Seluruh Indonesia 2020

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini Untuk Seluruh Kota Di Indonesia 2020 - Sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci ramadhan bulan penuh berkah, yang mana pada bulan ramadhan ini kita sebagai umat islam di wajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh agar kita termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa, sebab ketaqwaan seorang muslim akan terlihat jelas dengan melaksanakan puasa.

Ibadah puasa di mulai dari terbitnya fajar yang benar sampai terbenamnya matahari atau istilah kata waktu magrib, diantara waktu itu umat islam di larang makan, minum dan hal-hal lainnya yang membatalkan puasa terkecuali kalau ada udzur syar'i, itu juga tetap harus di ganti puasanya setelah bulan ramadhan dengan kata lajimnya adalah puasa qadha.

Untuk waktu pelaksanaan puasa biasanya sebelum tiba pada waktunya yaitu terbinya fajar namun terlebih dahulu kita ada peringatan dulu dengan adanya waktu imsak, sebetulnya pada waktu imsak kita masih di perbolehkan makan, minum dan yang lainnya namun tetap kita harus lebih waspada karena pada waktu itu sudah mendekati pada waktu melaksanakan puasa.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini Untuk Seluruh Indonesia 2020

Nah untuk mengetahui waktu imsak berapa menit lagi atau detik kepada waktu saatnya puasa, kita ini harus benar-benar mengetahuinya secara pasti supaya ibadah puasa kita ini syah menurut hukum ajaran islam, maka untuk itu kami di sini akan berbagi info jadwal imsakiyah ramadhan dan jadwal sholat lima waktu menurut jam digital untuk daerah jakarta pusat dan kota kota lainnya yang ada di indonesia seperti di bawah ini:


Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Catatan:
Jadwal imsak ini adalah untuk jakarta pusat sedangkan untuk kota lainnya tinggal klik aja pada bagian kolom jakarta pusatnya dan cari kota-kota yang anda tuju, seperti bandung, surabaya, semarang bahkan dari sabang sampai meroke juga telah tersedia.

Demikianlah yang dapat kami infokan tentang jadwal imsakiyah ramadhan untuk jakarta pusat dan kota-kota lainnya yang ada di seluruh Indonesia untuk jadwal sholat yang lima waktu itu juga bisa kita lihat dalam label di atas, Begitu juga kami sajikan tata cara sholat tahajud, sholat dhuha, sholat tasbih, sholat istiharah dan masih banyak lagi yang lainnya, semoga dengan adanya artikel kami ini ada manfaatnya bagi kita semua umat islam.