Kumpulan Doa Solat Dan Puasa Beserta Artinya

Teks Khutbah Idul Adha Sedih Sejarah Hikmah Qurban Terbaik 2018

Sejarah dan Hikmahnya Qurban - Sebelum tiba saatnya lebaran idul adha atau bisa juga di katakan hari raya qurban untuk mengisi ritual keagamaan yaitu melaksanakan sholat sunnah idul adha terlebih dahulu yang harus dipersiapkan oleh khotib adalah materi khutbah yang ada kaitannya dengan hari raya idul adha misalkan sejarah qurban, hikmah qurban, dalil hukum keutamaan qurban, niat qurban, waktu menyembelih qurban dan yang linnya. Maka untuk itu kami di sini akan berbagi contoh teks khutbah idul adha singkat terbaik terbaru yang sedih bikin menangis sejarah dan hikmahnya qurban.

Dengan adanya sejarah dan hikmah Qurban ini semoga kita termotifasi untuk supaya bisa mengeluarkan sebahagian harta yang nantinya di belikan pada hewan qurban demi tercapainya pahala seperti mana yang Alloh telah berikan kepada Nabiyulloh Ibrahim AS serta Putranya yaitu Ismail, dalam sejarah yang begitu amat besarnya yang harus kita contoh dalam menjalankan kehidupan dunia ini demi meraih kebahagiaan yang hakiki.

Nah untuk itu maka kami disini akan menyajikan sekilas sejarah dan hikmah qurban yang dijadika salah satu contoh teks dalam khutbah idul adha, singkat padat lengkap terbaru supaya umat islam tau persis tentang hakikat qurban, jangan sampai melaksanakan Qurban itu cuma sekadar dijadikan hewan  hadiah dalam arti kita ini tidak menepati atas aturan yang telah di tetapkan dalam hukum ajaran agama Islam.

Teks Khutbah Idul Adha Sejarah dan Hikmahnya Qurban Sedih Terbaik 2018

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (×3) اللهُ اَكبَرْ (×3
اللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّهِ بُكْرَةً وَأصِيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ
اللهُ اَكْبَرْ ماتحرك متحرك وارتـج. ولبى محرم وعـج. وقصد الحرم من كل فـج. وأقيمت فى هذا الأيام مناسك الحج. اللهُ اَكْبَرْ (3×)
اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ اْلاَكْبَرْ وَاَشْهَدٌ اَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ ومن تبع دين محمد. وسلم تسليما كثيرا. فياايها المسلمون الكرام. اوصيكم ونفسى بتقوى الله. واعلموا أن هذا الشهر شهر عظيم. وأن هذاليوم يوم عيد المؤمين. يوم خليل الله إبراهيم أبو ألانبياء والمرسلين
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا ءَامِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ ءَامَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلاً ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ.

Hadirin sidang Id yang dirahmati Alloh.
Dalam kesempatan yang penuh kebahagiaan ini marilah kita meningkatkan rasa taqwa kita kepada Allah dengan rajin mengerjakan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Disamping itu marilah kita senantiasa bersyukur kepada-Nya atas rahmat, ni'mat dan taufiq serta hidayah-Nya yang telah dianugrahi kepada kita sehingga kita dapat berkumpul ditempat ini dalam rangka melaksanakan shalat Id.

Pada hari ini semua umat islam diseluruh dunia sedang melaksanakan ibadah shalat Id sekaligus memperingati peristiwa hari jadinya qurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim (Abraham), yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail atas menjalankan perintah Allah, yang kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba.

Disamping Idul Adha dinamakan hari raya haji, juga dinamakan “Idul Qurban”, karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berqurban, yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.

Allohuakbar Allohuakbar Allohuakbar. Allohuakbar walillahilhamd.
Hadirin sidang Id yang dirahmati Alloh.

Jika kita melihat sisi historis dari perayaan Idul Adha ini, maka pikiran kita akan teringat kisah teladan Nabi Ibrahim, yaitu ketika Beliau diperintahkan oleh Allah SWT untuk menempatkan istrinya Hajar bersama Nabi Ismail putranya, yang saat itu masih menyusu. Mereka ditempatkan disuatu lembah yang tandus, gersang, tidak tumbuh sebatang pohon pun. Lembah itu demikian sunyi dan sepi tidak ada penghuni seorangpun. Nabi Ibrahim sendiri tidak tahu, apa maksud sebenarnya dari wahyu Allah yang menyuruh menempatkan istri dan putranya yang masih bayi itu, ditempatkan di suatu tempat paling asing, di sebelah utara kurang lebih 1600 KM dari negaranya sendiri palestina. Tapi baik Nabi Ibrahim, maupin istrinya Siti Hajar, menerima perintah itu dengan ikhlas dan penuh tawakkal.

Karena pentingnya peristiwa tersebut. Allah mengabadikannya dalam Al-Qur’an:

رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ الصَّلاَةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Artinya: Ya Tuhan kami sesunggunnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di suatu lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumahmu (Baitullah) yang dimuliakan. Ya Tuhan kami (sedemikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah gati sebagia manusia cenderung kepada mereka dan berizkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (QS Ibrahim: 37)

Seperti yang diceritakan oleh Ibnu Abbas bahwa tatkala Siti Hajar kehabisan air minum hingga tidak biasa menyusui nabi Ismail, beliau mencari air kian kesana kemari sambil lari-lari kecil (Sa’i) antara bukit Sofa dan Marwah sebanyak 7 kali. Tiba-tiba Allah mengutus malaikat jibril membuat mata air Zam Zam. Siti Hajar dan Nabi Ismail memperoleh sumber kehidupan yang begitu banyakdan sangat bermanfaat baginya.

Lembah yang dulunya gersang itu,akhirnya mempunyai persediaan air yang melimpah-limpah.Maka datanglah manusia dari berbagai pelosok terutama para pedagang ke tempat siti hajar dan nabi ismail, untuk membeli air. Datang rejeki dari berbagai penjuru, dan makmurlah tempat itu dan sekitarnya. Akhirnya lembah itu hingga saat ini terkenal dengan kota mekkah, sebuah kota yang aman dan makmur, berkat do’a Nabi Ibrahim dan berkat kecakapan seorang ibu dalam mengelola kota dan masyarakat. Kota mekkah yang aman dan makmur dilukiskan oleh Allah kepada Nabi Muhammad dalam Al-Qur’an:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَـَذَا بَلَداً آمِناً وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ

Artinya: Dan ingatlah ketika Ibrahim berdo’a: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, sebagai negeri yang aman sentosa dan berikanlah rizki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kiamat.” (QS Al-Baqarah: 126)

Hadirin sidang Id yang dirahmati Alloh.
Dari ayat tersebut, kita memperoleh bukti yang jelas bahwa kota Makkah hingga saat ini memiliki kemakmuran yang melimpah. Jamaah haji dari seluruh penjuru dunia, memperoleh fasilitas yang cukup, selama melakukan ibadah haji maupun umrah.Hal itu membuktikan tingkat kemakmuran modern, dalam tata pemerintahan dan ekonomi, serta kaemanan hukum, sebagai faktor utama kemakmuran rakyat yang mengagumkan. Yang semua itu menjadi dalil, bahwa do’a Nabi Ibrahim dikabulkan Allah SWT. Semua kemakmuran tidak hanya dinikmati oleh orang islam saja. Orang-orang yang tidak beragama Islam pun ikut menikmati.
Allah SWT berfirman:

قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلاً ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Artinya: Allah berfirman: “Dan kepada orang kafirpun, aku beri kesenangan sementara, kemudian aku paksa ia menjalani siksa neraka. Dan itulah seburuk buruk tempat kembali.” (QS. Al-Baqarah: 126)

Idul Adha dinamai juga “Idul Nahr” artinya hari raya penyembelihan. Hal ini untuk memperingati ujian paling berat yang menimpa Nabi Ibrahim. Akibat dari kesabaran dan ketabahan Ibrahim dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan, Allah memberinya sebuah anugerah, sebuah kehormatan “Khalilullah” (kekasih Allah).
Setelah gelar Al-khalil disandangnya, Malaikat bertanya kepada Allah: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menjadikan Ibrahim sebagai kekasihmu. Padahal ia disibukkan oleh urusan kekayaannya dan keluarganya?” Allah berfirman: “Jangan menilai hambaku Ibrahim ini dengan ukuran lahiriyah, tengoklah isi hatinya dan amal baktinya!”

Sebagai realisasi dari firmannya ini, Allah SWT mengizinkan pada para malaikat menguji keimanan serta ketaqwaan Nabi Ibrahim. Ternyata, kekayaan dan keluarganya dengan tidak membuat lalai dalam ketaatannya kepada Allah.

Dalam kitab “Misykatul Anwar” disebutkan bahwa konon, Nabi Ibrahim memiliki kekayaan 1000 ekor domba, 300 lembu, dan 100 ekor unta. Riwayat lain mengatakan, kekayaan Nabi Ibrahim mencapai 12.000 ekor ternak. Suatu jumlah yang menurut orang di zamannya adalah tergolong milliuner. Ketika pada suatu hari, Ibrahim ditanya oleh seseorang “milik siapa ternak sebanyak ini?” maka dijawabnya: “Kepunyaan Allah, tapi kini masih milikku. Sewaktu-waktu bila Allah menghendaki, aku serahkan semuanya. Jangankan cuma ternak, bila Allah meminta anak kesayanganku Ismail, niscaya akan aku serahkan juga.”

Allohu Akbar 3x
Ibnu Katsir dalam tafsir Al-Qur’anul ‘adzim mengemukakan bahwa, pernyataan Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan anaknya jika dikehendaki oleh Allah itulah yang kemudian dijadikan bahan ujian, yaitu Allah menguji iman dan taqwa Nabi Ibrahim melalui mimpinya yang haq, agar ia mengorbankan putranya yang kala itu masih berusia 7 tahun. Anak yang elok rupawan, sehat lagi cekatan ini, supaya dikorbankan dan disembelih dengan menggunakan tangannya sendiri. Sungguh sangat mengerikan! Peristiwa spektakuler itu dinyatakan dalam Al-Qur’an:

قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Artinya: Ibrahim berkata : “Hai anakkku sesungguhnay aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu “maka fikirkanlah apa pendapatmu? Ismail menjawab: Wahai bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS Aa-saffat: 102)

Ketika keduanya siap untuk melaksanakan perintah Allah, datanglah setan sambil berkata, “Ibrahim, kamu orang tua macam apa kata orang nanti, anak saja disembelih?” “Apa kata orang nanti?” “Apa tidak malu? Tega sekali, anak satu-satunya disembeli!” “Coba lihat, anaknya lincah seperti itu!” “Anaknya pintar lagi, enak dipandang, anaknya patuh seperti itu kok dipotong!” “Tidak punya lagi nanti setelah itu, tidak punya lagi yang seperti itu! Belum tentu nanti ada lagi seperti dia.” Nabi Ibrahim sudah mempunya tekat. Ia mengambil batu lalu mengucapkan, “Bismillahi Allahu akbar.” Batu itu dilempar. Akhirnya seluruh jamaah haji sekarang mengikuti apa yang dulu dilakukan oleh Nabi Ibrahim ini di dalam mengusir setan dengan melempar batu sambil mengatakan, “Bismillahi Allahu akbar”. Dan hal ini kemudian menjadi salah satu rangkaian ibadah haji yakni melempar jumrah.

Ketika sang ayah belum juga mengayunkan pisau di leher putranya. Ismail mengira ayahnya ragu, seraya ia melepaskan tali pengikat tali dan tangannya, agar tidak muncul suatu kesan atau image dalam sejarah bahwa sang anak menurut untuk dibaringkan karena dipaksa ia meminta ayahnya mengayunkan pisau sambil berpaling, supaya tidak melihat wajahnya.Nabi Ibrahim memantapkan niatnya. Nabi Ismail pasrah bulat-bulat, seperti ayahnya yang telah tawakkal. Sedetik setelah pisau nyaris digerakkan, tiba-tiba Allah berseru dengan firmannya, menyuruh menghentikan perbuatannya tidak usah diteruskan pengorbanan terhadap anaknya. Allah telah meridloi kedua ayah dan anak memasrahkan tawakkal mereka. Sebagai imbalan keikhlasan mereka, Allah mencukupkan dengan penyembelihan seekor kambing sebagai korban, sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an surat As-Saffat ayat 107-110:

وَفَدَ يْنَاهُ بِذِ بْحٍ عَظِيمٍ

“Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ

“Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian.”

سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ

“Yaitu kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada Nabi Ibrahim.”

كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

“Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Menyaksikan tragedi penyembelihan yang tidak ada bandingannya dalam sejarah umat manusia itu, Malaikat Jibril kagum, seraya terlontar darinya suatu ungkapan “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.” Nabi Ibrahim menjawab “Laailaha illahu Allahu Akbar.” Yang kemudian dismbung oleh Nabi Ismail “Allahu Akbar Walillahil Hamdu.’

Allohu Akbar 3x
Pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang paling besar dalam sejarah umat umat manusia itu membuat Ibrahim menjadi seorang Nabi dan Rasul yang besar, dan mempunyai arti besar. Peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail diatas, bagi kita harus dimaknai sebagai pesan simbolik agama, yang mengandung pembelajaran paling tidak pada tiga hal;

1. ketakwaan.
Pengertian taqwa terkait dengan ketaatan seorang hamba pada Sang Khalik dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Koridor agama (Islam) mengemas kehidupan secara harmoni seperti halnya kehidupan dunia-akherat. Bahwa mereaih kehidupan baik (hasanah) di akhierat kelak perlu melalui kehidupan di dunia yang merupakan ladang untuk memperbanyak kebajikan dan memohon ridho Nya agar tercapai kehidupan dunia dan akherat yang hasanah. Sehingga kehidupan di dunia tidak terpisah dari upaya meraih kehidupan hasanah di akherat nanti.

Tingkat ketakwaan seseorang dengan demikian dapat diukur dari kepeduliannya terhadap sesamanya. Contoh seorang wakil rakyat yang memiliki tingkat ketakwaan yang tinggi tentu tidak akan memanfaatkan wewenang yang dimiliki untuk memperkaya dirinya sendiri bahkan orang seperti ini akan merasa malu jika kehiudpannya lebih mewah dari pada rakyat yang diwakilinya. Kesiapsediaan Ibrahim untuk menyembelih anak kesayangannya atas perintah Allah menandakan tingginya tingkat ketakwaan Nabi Ibrahim, sehingga tidak terjerumus dalam kehidupan hedonis sesaat yang sesat. Lalu dengan kuasa Allah ternyata yang disembelih bukan Ismail melainkan domba. Peristiwa ini pun mencerminkan Islam sangat menghargai nyawa dan kehidupan manusia, Islam menjunjung tinggi peradaban manusia.

2. hubungan antar manusia.
Ibadah-ibadah umat Islam yang diperintahkan Tuhan senantiasa mengandung dua aspek tak terpisahkan yakni kaitannya dengan hubungan kepada Allah (hablumminnalah) dan hubungan dengan sesama manusia atau hablumminannas. Ajaran Islam sangat memerhatikan solidaritas sosial dan mengejawantahkan sikap kepekaan sosialnya melalui media ritual tersebut. Saat kita berpuasa tentu merasakan bagaimana susahnya hidup seorang dhua'afa yang memenuhi kebutuhan poangannya sehari-hari saja sulit. Lalu dengan menyembelih hewan kurban dan membagikannya kepada kaum tak berpunya itu merupakan salah satu bentuk kepedualian sosial seoarng muslim kepada sesamanya yang tidak mampu. Kehidupan saling tolong menolong dan gotong royong dalam kebaikan merupakan ciri khas ajaran Islam. Hikmah yang dapat dipetik dalam konteks ini adalah seorang Muslim diingatkan untuk siap sedia berkurban demi kebahagiaan orang lain khususnya mereka yang kurang beruntung, waspada atas godaan dunia agar tidak terjerembab perilaku tidak terpuji seperti keserakahan, mementingkan diri sendiri, dan kelalaian dalam beribadah kepada sang Pencipta.

3. peningkatan kualitas diri.
Hikmah ketiga dari ritual keagaamaan ini adalah memperkukuh simpati, kesadaran diri, pengendalian dan pengelolaan diri yang merupakan cikal bakal akhlak terpuji seorang Muslim. Akhlak terpuji dicontohkan Nabi seperti membantu sesama manusia dalam kebaikan, kebajikan, memuliakan tamu, mementingkani orang lain (altruism) dan senantiasa sigap dalam menjalankan segala perintah agama dan menjauhi hal-hal yang dilarang.

Dalam Al Quran disebutkan bahwa Nabi Muhammad memiliki akhlak yang agung (QS Al-Qalam: 4). Dalam Islam kedudukan akhlak sangat penting merupakan "buah" dari pohon Islam berakarkan akidah dan berdaun syari"ah. Segala aktivitas manusia tidak terlepas dari sikap yang melahirkan perbuatan dan tingkah laku manusia. Sebaliknya, akhlak tercela dipastikan berasal dari orang yang bermasalah dalam keimanan merupakan manisfestasi dari sifat-sifat syetan dan iblis.

Dari sejarahnya itu, maka lahirlah kota Makkah dan Ka’bah sebagai kiblat umat Islam seluruh dunia, dengan air zam-zam yang tidak pernah kering, sejak ribuan tahunan yang silam, sekalipun tiap harinya dikuras berjuta liter, sebagai tonggak jasa seorang wanita yang paling sabar dan tabah yaitu Siti Hajar dan putranya Nabi Ismail.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Itulah yang dapat saya sampaikan mengenai Contoh Khutbah Idul Adha Sejarah dan Hikmahnya Qurban, Begitu juga kami sajikan khutbah jumat menyambut tahun baru, hukum dan tata cara memotong hewan qurban, niat dan keutamaan puasa arafah dan tarwiyah, ucapan Idul Adha 2018 , Ucapan Tahun Baru Hijriyyah 1439, Ucapan Tahun Baru 2018 dan masih banyak lagi yang lainnya. Semoga ada manfaatnya bagikita semua dan bisa mengamil hikmahnya.Amiiin. 

Cara Bacaan Niat Takbiran Waktu Pelaksanaan Sholat Idul Adha

Cara Bacaan Niat Takbiran Waktu Pelaksanaan Sholat Idul Adha - Sebetulnya tata cata pelaksanaan sholat sunnah lebaran itu sangatlah mudah, namun karena jarang di laksanakannya hanya dua kali dalam setahun yaitu idul adha dan idul fitri mungkin kita lupa lagi atas bacaan atau lafadz niat dan berapakali bacaan takbiran pada rakaat pertama dan kedua serta bacaan tasbihnya maka intuk itu kami di sini akan sedikit memberikan penjelasannya untuk imam dan makmum atau waktu sendirian lengkap dengan artinya.

Lebaran idul adha merupakan moment terbesar dan mempunya sejarah penting yang patut kita contoh dan laksanakan sampai sekarang yaitu atas Nabi Ibrahim AS dan putranya Ismail melaksanakan tugas yang sangat berat yaitu utuk di sembelih namun itu sebenarnya adalah merupakan ujian bagi Nabi Ibrahim AS dan Putranya karena ternyatan posisi Islamil di ganti dengan hewan qurban dari surga. Adapun waktu penyembelihan hewan qurban itu setelah kita melaksanakan sholat sunnah idul adha setelah terbitnya mata hari.

Untuk rangkain kegiatan pada waktu hari raya idul adha pertama kita secara berjamaah melaksanakan sholat sunnah dua rakaat dengan niat sholat idul adha, setelah itu imam naik mimbar untuk melaksanakan khutbah idul adha seperti khutbah jumat dengan syarat dan rukunnya, nah selesai itu baru kita berangkat ketempat penyembelihan hewan qurban untuk memotong qurban sesuai dengan ajaran syariat Nabi Ibrahim dan Ismail yang diteruskan dengan Syariat nabi Muhammad SAW demi mencapai fadhilah, hikmah serta keistimewaan dari pada melaksanakan qurban itu.

Cara Bacaan Niat Takbiran Waktu Pelaksanaan Sholat Idul Adha

Adapun tata cara bacaan doa niat sholat idul adha karena mungkin kita lupa lagi atau masih belum faham betul, sebab dilaksanakannya setiap tahun sekali maka kami di sini akan menyajikan tata cara bacaan doa niat sholat idul adha secara lengkap dengan tulisan arab latin serta artinya sesuai dengan ajaran agama Islam seperti anda bisa lihat di bawah ini:

Lafadz Niat Sholat Ied 'Idul Adha'
Niat shalat Idul Adha sebagai imam

أصلي سنة عيد الأضحي ركعتين إماما للة تعالي

Ushalli sunnatan li’idil adha rok'ataini imaman lillahi ta'ala
Artinya: Niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah.

Niat Shalat Idul Adha sebagai makmum

أصلي سنة عيد الأضحي ركعتين مأموما للة تعالي

Ushalli sunnatan li’idil adha rok'ataini makmuman lillahi ta'ala
Artinya: Niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah

Adapun tata cara pelaksanaan sholat idiul adha

Sholat sunnah Idul Adha sama dengan cara sholat Idul Fitri terdiri dari 2 (dua) rokaat. Rokaat pertama diawali dengan takbirotul ihrom ditambah 7 (tujuh) kali takbir. Sedangkan rakaat kedua sebanyak 5 (lima) kali takbir. Setiap takbir saat shalat Idul Adha baik rakaat pertama atau kedua disunnahkan membaca tasbih yaitu

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

Bahasa Indonesia: Subhanallah walhamdulillah walailaha illallah wallahu akbar
Artinya: Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah dan tiada Tuhan selain Allah dan Allah Mahabesar

Untuk lebih jelasnya tata cara melaksanakan sholat Idul Adha, bisa anda ikuti langkah-langkah di bawah ini:
Bacaan Rakaat pertama: ( Setelah niat )
(a) Baca takbirotul ihram (takbir permulaan shalat) dengan niat shalat idul adha.
(b) Membaca doa iftitah
(c) Membaca takbir 7 (tujuh) kali (selain takbirotul ihram) dilanjutkan membaca tasbih.
(d) Membaca Al-Fatihah
(d) Membaca surat Al-Quran

Bacaan Rakaat kedua:
(a) Membaca takbir 5 (lima) kali.
(b) Membaca Al-Fatihah
(c) Membaca surat Al-Quran.

Demikian yang dapat kami sampaikan tata cara niat, bacaan doa dan takbiran sholat Idul Adha dalam bahasa arab latin lengkap dengan artinya, begitu juga kami sajikan: Bacaan niat puasa arafah, niat puasa tarwiya, niat puasa senin kamis, niat puasa ramadhan, keutamaan dan hikmahnya qurban, hukum qurban dan aqiqah, ucapan lebaran idul adha 2018, gambar DP BBM idul adha 2018, ucapan selamat tahun baru 1439 lucu gokil romantis buat pacar, ucapan tahun baru 2018 dan masih banyak lagi yang lainnya makanya terus saja update disini.Sekian dan terima kasih wassalam.

Bacaan Doa Niat Puasa Arafah Idul Adha Tarwiyah Lengkap Artinya

Bacaan Doa Niat Puasa Arafah Idul Adha Tarwiyah Lengkap Artinya - Tentunya kita sangat menanti atas kedatangannya bulan dzulhijjah atau bisa juga di katakan rayagung karena di bula itu terdapat hari raya agung bagi umat islam yaitu lebaran idul adha namun sebelum tiba saatnya lebaran itu tepatnya pada tanggal 8 dan 9 dzulhijjah yang biasa kita sebut dengan hari tarwiyah dan arafah di sunatkan untuk melaksanakan puasa sunnah yang memiliki banyak manfaat dan hikmah serta keutamaan namun bisa juga puasa idul adha itu di laksanakan dari mulai tanggal satunya sampai tanggal 9 asalkan jangan pada hari ke 10,11,12 dan 13 yang dinamakan hari tasyrik.

Sedangkan yang dinamakan puasa Tarwiya itu adalah puasa pada tanggal 8 Dzulhjjah berkaitan dengan menerima mimpinya Nabi Ibrahim AS diperintahkan oleh Alloh SWT untuk menepati janjinya yaitu menyembelih anak tercintanya Ismail As., tapi dengan adanya impian itu Nabi Ibrahim masih merasakan kebingungan, apakah mimpi ini dari Alloh SWT ataukah dari bujukan syaitan? maka untuk menjawab keragu-raguan itu datang lah mimpi yang kedua kalinya yaitu pada malam kesembilan makanya  tanggal sembilan bulan dzulhijjah itu di namakan hari Arfah artinya tau bahwa mimpi itu adalah datangnya dari Alloh SWT.

Puasa arafah termasuk sala satu puasa yang hukumnya sunnah serta di laksanakannya pada tanggal 9 Dzulhijah, sedangkan yang di sebut puasa tarwiyah adal puasa pada tanggal 8 sebelum puasa arafah. Untuk melaksanakan puasa ini sangat dianjurkan bagi orang-orang yang tidak menjalankan ibadah haji dengan bacaan niat puasa arafah dan tarwiyah. Adapun tata cara pelaksanaannya sama seperti melaksanakan puasa-puasa lainnya,cuman yang membedakan hanya pada niatnya saja.

Bacaan Doa Niat Puasa Arafah Idul Adha Tarwiyah Lengkap Artinya

Dengan demikian maka bagi umat islam yang pada hari tarwiyah dan arafah itu di sunnatkan melaksanakan puasa terkeciali bagi umat islam yang sedang melaksanakan ibadah hajji ditanah suci makkatul mukaramah. Nah seperti apa bacaan niat puasa tarwiyah dan arafah serta keutamaannya ini sebagai mana hadits diriwayatkan dari Abu Qatadah Rahimahullah. Rasulullah SAW bersabda:

صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية

Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Assyura (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lepas. (HR. Muslim)

PUASA TARWIYAH
Tarwiyah berkaitan erat dengan peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim AS yang bermimpi diperintah Allah untuk menyembelih putranya, Nabi IsmailAS.Pada hari itu, hari ke-8 bulan Dzulhijjah, ia merenung dan berpikir (rawwa-yurawwi-tarwiyah) tentang takwil mimpi menyembelih putra kesayangannya sendiri. Pada hari ke-9, ia mendapati takwil mimpi yang membuatnya tahu (‘arafa) akan makna mimpi tersebut, sehingga disebut dengan Hari Arafah. Sedangkan pada hari ke-10, ia melaksanakan perintah dalam mimpi itu, yakni menyembelih (nahara) putranya, sehingga disebut hari Nahr.

Ada sebuah hadits yang menerangkan tentang keutamaan puasa pada tanggal 8 Dzulhijjah. Hadits itu berbunyi sebagai berikut:

صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين

“Puasa pada hari tarwiyah (8 Dzulhijjah) merupakan penghapus dosa selama setahun dan puasa hari Arafah (9 Dzulhijjah) merupakan penghapus dosa selama dua tahun.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Asy Syaikh dan Ibnu An Najjar dari Abdullah Ibnu Abbas secara marfu’. Diriwayatkan pula oleh Ad Dailami di dalam kitab Musnad Al Firdaus (2/248) dari jalur Abu Asy Syaikh dari Ali bin Ali Al Himyari dari Al Kalbi dari Abu Shalih dari Abdullah bin Abbas.

Dikatakan hadits ini dloif (kurang kuat riwayatnya) namun walaupun dloif ijma' para ulama memperbolehkan mengamalkan hadits yang dloif sekalipun sebatas hadits itu diamalkan dalam kerangka fadla'ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan), dan hadits yang dimaksud tidak berkaitan dengan masalah aqidah dan hukum.Lagi pula hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa. Abnu Abbas r.a meriwayatkan Rasulullah s.a.w bersabda:

ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام يعني أيام العشر قالوا: يا رسول الله! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك شيء

Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya : Ya Rasulullah! walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid). (HR Bukhari)

Melaksanakan puasa Arafah dan tarwiyah ini sangat dianjurkan untuk turut merasakan nikmat yang sedang dirasakan oleh para jemaah haji ditanah suci makkatul mukaramah karena pada waktu itu para jama'ah haji sedang melaksanakan puncaknya ibadah.

Bagi kaum Muslimin yang mempunyai tanggungan puasa Ramadhan juga disarankan untuk mengerjakannya pada hari Arafah ini, atau hari-hari lain yang disunnahkan untuk berpuasa. Maka ia akan mendapatkan dua pahala sekaligus, yakni pahala puasa wajib (qadha puasa Ramadhan) dan pahala puasa sunnah. Demikian ini seperti pernah dibahas dalam Muktamar NU X di Surakarta tahun 1935, dengan mengutip fatwa dari kitab Fatawa al-Kubra pada bab tentang puasa:

يُعْلَمُ أَنَّ اْلأَفْضَلَ لِمُرِيْدِ التََطَوُّعِ أَنْ يَنْوِيَ اْلوَاجِبَ إِنْ كَانَ عَلَيْهِ وَإِلَّا فَالتَّطَوُّعِ لِيَحْصُلَ لَهُ مَا عَلَيْهِ

Diketahui bahwa bagi orang yang ingin berniat puasa sunnah, lebih baik ia juga berniat melakukan puasa wajib jika memang ia mempunyai tanggungan puasa, tapi jika ia tidak mempunyai tanggungan (atau jika ia ragu-ragu apakah punya tanggungan atau tidak) ia cukup berniat puasa sunnah saja, maka ia akan memperoleh apa yang diniatkannya.

Tidak diragukan lagi bahwa melaksanakan ibadah puasa dengan niat yang tulus seperti niat puasa rajab, begitu pula puasa tarwiyah dan arafah adalah suatu amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya.Sebagai mana kisahkan dalam hadist Qudsi: Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku.

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun. (HR Bukhari Muslim)

Bacaan Lafadz Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah
Niat Puasa Tarwiyah

نويت صوم ترويه سنة لله تعالى

NAWAITU SAUMA TARWIYAH SUNNATAN LILLAHI TA’ALAH
“ Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala.”

Niat Puasa Arafah

نويت صوم عرفة سنة لله تعالى

NAWAITU SAUMA ARAFAH SUNNATAN LILLAHI TA’ALAH
“ Saya niat puasa Arafah , sunnah karena Allah ta’ala.”

Itulah yang dapat kami publikan tentang bacaan doa niat puasa tarwiyah dan arafah, serta keutamaannya yaitu puasa pada tanggal 8-9 Dzulhijah atau bisa juga disebut puasa idul adha, yang mana pada esok harinya kita melaksanakan lebaran hari raya idul adha dengan melaksanakan sholat Id namun cara bacaan niat dan pelaksanaannya sama seperti niat sholat idul adha dan alangkan baiknya kita sebelum atau sesuda shalat Id diisi dengan silahturrahmi sambil berbagi kata kata ucapan selamat hari raya idul adha semoga dengan adanya artikl ini bisa membawa hikmah bagi kita semua dan besar manfaatnya sehingga kita dapat melaksanakannya dengan sempurna.

Bacaan Doa Qunut Subuh Nazilah Pendek Latin Artinya Untuk Imam

Bacaan Doa Qunut Subuh Nazilah Pendek Latin Dan Artinya Untuk Imam - Bacaan doa qunut adalah merupakan amalan sunnah karena dalam sholat itu memiliki macam macam bacaan lafadz doa dari mulai doa iftitah sampai doa mohon perlindungan dari adzab kubur dan fitnah dajal, untuk teks atau tulisan qunut baik itu sholat subuh nazilah tarawih sendirian maupun menjadi imam yang panjang maupun yang pendek akan kami sajikan dan sejarah adanya doa qunut juga manfaat dari pada itu yang benar sesuai sunnah lengkap dengan artinya bisa anda simak disini.

Pntuk tata cara hafalan dan tentang pengertian juga penempatan membaca doa qunut adalah setelah ruku tepatnya pada waktu i'tidal dan bila mana kita tidak bisa melaksanakannya maka bisa di dengan cara sujud sahwi sebagai pengganti dari doa qunut tersebut tapi itu bukan merupakan hal yang wajib karena kedudukan doa qunut itu sunnah tapi sunnahnya sunnah ab'ad menurut pemahaman NU beda lagi dengan pemahaman muhammadiyah.

Maka untuk itu kita sebagai hamba Alloh harus selalu tunduk dan patuh atas perintahan dan menjauhin atas segala larangannya, maka untuk itu sepantasnya kita berdoa untuk supaya di berikan kekuatan dalam menjalankan segala perintahnya terutama kita haruh sungguh-sungguh berdoa kepada Allho dalam melaksanakan sholat karena arti sholat secara bahasa adalah doa, makanya dalam sholat itu banyak bacaan-bacaan doa seperti doa iftitah, doa qunut, doa ketika ruku, sujud, duduk antara sujud dua dan sebagainya.

Bacaan Doa Qunut Subuh Nazilah Pendek Latin Dan Artinya Untuk Imam

Dengan demikian kami di sini akan menyajikan "Bacaan Doa Qunut Sholat Subuh  Dalam Bahasa Arab, Latin Dan Artinya" karena mungkin banyak diantara teman-teman yang masih belum faham atau hafal atas bacaan doa qunut, nah untuk cara bacaannya yang shahih seperti di bawah ini:

Bacaan Doa Qunut Dalam Bahasa Latin Dan Artinya

اللّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ, وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ, وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ, وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ, وَقِنِيْ بِرَحْمَتِكَ شَرَّ مَا قَضَيْتَ. فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ, وَإِنَّهُ لاَيَذِلُّ مَنْ وَّالَيْتَ, وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ, تَبَا رَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ, فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ, أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ, وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ النَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ

Allahummahdinaa fii man hadaiit, wa aafinaa fii man aafaiit, wa tawallanaa fi man tawallaiit, wa baarik lanaa fiimaa athaiit. Wa qinaa bi rahmatika syarra maa qadhaiit. Fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaiik. Wa innahu laa yudzillu man waalaiit. Wa laa ya’izzu man ‘aadaiit. Tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait. Fa lakal-hamdu ‘alaa maa qadhaiit astaghfiruka waatuubu ilaika washolallohu alaa syayyidina Muhammadin Nabiyyilummiyi wa'ala alihi washohbihi wasllam

Arti Bacaan Doa Qunut Dalam Bahasa Indonesia
“ Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang2 yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah terhadap segala apa yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pda segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau pastikan. Karena, sesungguhnya Engkaulah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum atau menentukan atas Engkau. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan. Dan tidaklah akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas yang telah engkau pastikan. Aku mohon ampun dan kembali (taubat) kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat, berkah dan salam atas nabi Muhammad beserta seluruh keluarganya dan serta sahabatnya.”

kalau seandainya kita lupa tidak baca do'a qunut maka sunnah di ganti dengan sujud syahwi, dilaksanakannya sebelum baca salam dengan bacaan sebagai berikut:

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُوْ

" Subhaana man laa yanaa mu walaa yashu "

Artinya : Maha suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa.

HADITS-HADITS TENTANG QUNUT SHUBUH DAN PENJELASANNYA

صَلَّيْتُ خَلْفَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَنَتَ، وَخَلْفَ عُمَرَ فَقَنَتَ وَخَلْفَ عُثْمَانَ فَقَنَتَ.رواه البيهقي

“Artinya : Aku pernah shalat di belakang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau qunut di belakang ‘Umar dan di belakang ‘Utsman, mereka semuanya qunut.”HADITS-HADITS TENTANG QUNUT SHUBUH DAN PENJELASANNYA

Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, beliau berkata:

أنَّ رسولَ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ لم يزَلْ يقنُتُ في الصُّبحِ حتَّى فارقَ الدُّنيا

“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam senantiasa qunut Shubuh sampai beliau meninggal dunia“.

Itulah bacaan doa qunut nazilah dalam bahasa indonesia dan bahasa arab yang telah saya sampaikan semoga ada manfaatnya bagi kita semua. Begitu juga kami sajikan bacaan doa sholat dhuha, sholat tahajud, sholat istikharah dan yang lainnya, makanya terus saja update disini.

Jelaskan Ada Berapa Makna Urutan 6 Rukun Iman Dan 5 Rukun Islam

Jelaskan Ada Berapa Makna Urutan 6 Rukun Iman Dan 5 Rukun Islam - Tentunya kita sudah tak asing lagi kalua mendengar kata rukun iman dan rukun islam, karena ini sebetulnya pelajaran tingkan dasar dalam agama islam untuk mengetahui dan menghafalkannya, sebagai mana ketika sedang belajar di MDT (Madrasah Diniyah Takmiliyah) yang pertama kita kenal adalah rukun iman dan islam.

Namun yang perlu kita kaji setelah mengetahui banyaknya 6 rukun iman dan 5 rukun islam adalah menyikapi dan melaksanakannya terutama nrukun iman harus benar-benar tertanam dalam hati supaya perjalanan hidup kita di dunia ini terarah tujuannya ke arah sana yaitu menuju kepada Alloh SWT dengan meraih keridhoan_NYA, begitu juga rukun islam adalah untuk merealisasikan semua anggahota tubuh melaksanakan syari'at Islam.

Makanyanya kita harus benar-benar faham dan mengerti penjelasan secara tafsili (perinciannya) serta dalil baik secara dalil akli maupun dalil nakli yang bersumber dari al qur'an, jangan sampai kita tau rukun iman dan islam itu katanya tidak punya landasan hukum secara pasti atau bisa juga di sebut iman taklid tapi usahakan harus sampai memiliki iman ilmu. untuk penjelasan urutan 6 rukun iman dan 5 rukun islam beserta dalilnya bia anda simak seperti di bawah ini:

Penjelasan Urutan 6 Rukun Iman Dan 5 Rukun Islam Beserta Dalilnya

Namun sebelum kita mengetahui satu-satunyan dari rukun iman dan islam perlu kita mengetahui dulu apa yang dinamakan rukun itu? karena rukun memiliki makna secara bahasa dan istilah ilmu syara'

Pengertian hukum secara bahasa adalah berarti pilar,asas atau dasar. sedangkan menurut istilah adalah sesuatu yang harus dikerjakan dalam melakukan suatu pekerjaan. Jadi, rukun berarti sebagai bagian yang pokok. Adapun yang di namakan iman adalah adalah “Keyakinan didalam hati, ucapan di lisan namun keyakinan itu bisa bertambah dan bisa juga berkurang.

Setelah kita mengetahui definisi Iman mari kita membahas tentang Rukun Iman 6:

1. Iman Kepada Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى

Dengan adanya iman kepercayaan wujud Allah, mengenal rububiyah Allah, mengenal uluhiyah Allah, beriman kepada asma` dan sifat Allah,sehungga kita mengakui dalam hati bahwa Alloh itu ada, namun keberadaan Alloh beda dengan makhluq sehingga Alloh tidak butuh tempat sedangkan makhluq adanya butuh pada tempat, untuk supaya lebih kuat kepercayaan kita atau iman kita kepada Alloh maka kita harus mengetahui sifat-sipfa Alloh yang wajib 20 mutahil 20 dan ja'iz 1 maka jumlah keseluruhan ada 50 sifat.

Dengan dalil kita wajib iman kepada Alloh SWT (Q.S Surat An-Nisa ayat 136)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.

2. Iman kepada Malaikat-malaikat Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى

Artinya kita percaya atas adanya malaikat-malaikat Alloh yang mana malaikat itu di ciftakannya dari cahaya (Nur) dengan jumlah yang begitu banyak sehingga tidak ada yang mengetahui jumlahnya hanayalah Alloh SWT, namun ada yang wajib kita ketahui sebanyak 10 malaikat diantaranya:

1. Malaikat Jibril : Tugasnya menyampaikan wahyu kepada para utusannya.
2. Malaikat Mikail : Tugasnya mengatur pembagian rezeki kepada setiap mahluknya.
3. Malaikat Israfil : Tugasnya meniup sangkakala pada hari kiamat.
4. Malaikat Izrail : Tugasnya mencabut nyawa semua mahluk hidup.
5. Malaikat Munkar : Tugasnya memeriksa amal perbuatan manusia.
6. Malaikat Nakir : Tugasnya mengajukan pertanyaan kepada manusia di alam kubur.
7. Malaikat Raqib : Tugasnya mencatat amal perbuatan manusia yang baik
8. Malaikat Atid : Tugasnya mencatat amal perbuatan manusia yang buruk.
9. Malaikat Malik : Tugasnya menjaga pintu neraka.
10.Malaikat Ridhwan : Tugasnya menjaga pintu surga.

Dengan dalil QS. An Nisaa’ Ayat 136

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.

3. Iman kepada Kitab-kitab Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى

Artinya percaya atas adanya kitab-kitab Alloh SWT, karena Alloh menciptakan dan sekaligus di turunkan kepada Nabi dan Rosulnya sebanyak 104 kita yang 104 kitab di himpun dalam 4 kitab yaitu: Taurot di turunkan kepada Nabi Isa As, Inzil kepada Nabi Musa, Zabur kepada Nabi Dawu dan Al-qur'an Kepada Nabi Kita Muhammad SAW, yang empat kitab itu di himpun dalam satu kita yaitu al-qur'an.

Dengan dalil Qs An Nisa Ayat 136 seperti di atas dan Surat Al-Baqarah Ayat 4 seperti di bawah ini:

وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

4. Iman kepada rasul-rasul Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى

Artinya percaya atas adanya Rosul dan Nabi-nabi Alloh yang jumlah banyaknya Nabi Alloh menurut hadits yaitu 124.000 Orang, dan Rasul berjumlah 312 Orang, namun yang wajib kita ketahui ada 25 Nabi Dan Rosul diantaranya:

-Adam AS
-Idris diutus untuk Bani Qabil di Babul, Iraq dan Memphis.
-Nuh diutus untuk Bani Rasib di wilayah Selatan Iraq.
-Hud diutus untuk ʿĀd yang tinggal di Al-Ahqaf, Yaman.
-Shaleh diutus untuk kaum Tsamūd di Semenanjung Arab.
-Ibrahim diutus untuk Bangsa Kaldeā di Kaldaniyyun Ur, Iraq.
-Luth diutus untuk negeri Sadūm dan Amūrah di Syam, Palestina.
-Isma’il diutus untuk untuk Qabilah Yaman, Mekkah.
-Ishaq diutus untuk Kanʻān di wilayah Al-Khalil, Palestina.
-Yaqub diutus untuk Kanʻān di Syam.
-Yusuf diutus untuk Hyksos dan Kanʻān di Mesir.
-Ayyub diutus untuk Bani Israel dan Bangsa Amoria (Aramin) di Horan, Syria.
-Syu’aib diutus untuk Kaum Rass, negeri Madyan dan Aykah.
-Musa diutus untuk Bangsa Mesir Kuno dan Bani Israel di Mesir.
-Harun diutus untuk Bangsa Mesir Kuno dan Bani Israel di Mesir.
-Zulkifli diutus untuk Bangsa Amoria di Damaskus.
-Yunus diutus untuk bangsa Assyria di Ninawa, Iraq.
-Ilyas diutus untuk Funisia dan Bani Israel, di Ba’labak Syam.
-Ilyasa diutus untuk Bani Israel dan kaum Amoria di Panyas, Syam.
-Daud diutus untuk Bani Israel di Palestina.
-Sulaiman diutus untuk Bani Israel di Palestina.
-Zakaria diutus untuk Bani Israil di Palestina.
-Yahya diutus untuk Bani Israil di Palestina.
-Isa diutus untuk Bani Israil di Palestina.
-Muhammad seorang nabi & rasul terakhir yang diutus di Jazirah Arab untuk seluruh umat manusia dan jin.

Sedangkan Adam dan Syits yang diutus sebelumnya hanyalah bertaraf sebagai seorang nabi saja, bukan sebagai rasul karena mereka tidak memiliki umat atau kaum dan tidak memiliki kewajiban untuk menyebarkan risalah yang mereka yakini. Sedangkan Khaḍr seorang nabi yang dianggap misterius, ia tidak diketahui lebih lanjut untuk kaum apa dia diutus.

Adapun dalil tentang kewajiban iman kepada para rasul, ialah sebagai berikut:
Allah berfirman:

ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَآأُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ ءَامَنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabb-nya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya dan rasul-rasulNya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasulNya,” dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami, ya Rabb kami. Dan kepada Engkaulah tempat kembali”. [Al Baqarah:285].

5. Iman kepada hari kiamat
Artinya percaya atas adanya hari qiyamat atau bisa juga di sebut hari kebangkitan, hari akhir, hari pembalasan, dan nama-nama yang lainnya, pada hari itu semua makhluq akan di bangkitkan kembali dan akan di hisab atau di pertanyakan semua keadaan kita semasa hidup di dunia itu setelah menginjak usia baligh.

Dengan dalil Firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 62 :

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Sesungguhnya orang-orang mukmin , orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa sja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari akhir dan beramal shalih, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 177

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi

Sabda Rasulullah saw. sebagai jawaban atas pertanyaan Jibril as. tentang iman :

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلَاِئكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الأَخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

“ Yaitu engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya dan hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir, yang baik maupun yang buruk ( HR. Bukhari dan Muslim )

6. Iman kepada Qada’ dan Qadar

Artinya Percaya atas segala keputusan dari Alloh, karena semua keputusan atau kejadian itu semuanya telah tertulis di lauhil mahfudz sebagai mana dalil dalam al-qur'an :
1. Firman Allah swt.


قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Artinya: "Katakanlah, sesekali-sekali tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami dan hanya kepada Allah orang beriman harus bertawakal." (QS. At Taubah: 51)

2. Firman Allah swt.


إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ

Artinya: "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." (QS Al Qamar: 49)

3. Firman Allah swt.


وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِمْ مَا تَرَكَ عَلَيْهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَٰكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Artinya: “Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. maka apabila telah tiba waktu (yang telah ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula mendahulukannya." (QS An Nahl: 61)

Demikian yang dapat kami sajikan penjelasan urutan 6 rukun iman dan 5 rukun islam beserta dalilnya, apa yang kamu ketahui tentang ada berapa jelaskan mengapa kita harus iman 6 sebutkan urutan yaitu kepada allah nabi rasul malaikat kitab allah arti penjelasan menurut istilah dapat menjelaskan sebutkan adalah pengertian materi makalah jumlah macam rukun iman islam 1,2,3,4 5,6 perkara, namun untuk penjelasan rukun islam kami sajikan dalam artikel selanjutnya makanya terus saja update di alamat kami ini islamianews.com

Kumpulan Macam Teks Bacaan Sholawat Nabi Artinya Pendek Lengkap Latin

Kumpulan Macam Teks Bacaan Sholawat Nabi Artinya Pendek Lengkap Latin - Kata sholawat menurut bahasa adalah doa, namun menurut istilah sholawat itu memiliki tiga arti yang berbeda pertama sholawat dari Alloh SWT itu diartikan dengan rahmat (kasih sayang), kedua arti sholawat dari para malaikat itu di namakan Istigfar ( memohon ampunan) dan yang ketiga Sholawat dari orang mu'min itu memilik arti adalah doa untuk Baginda rosululloh SAW.

Arti ketiga-tiganya sholawat itu di tunjukan hanya kepada Nabi Muhammad SAW sebagai mana firman Alloh SWT. dalam surat al-Ahzab yang artinya: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS Al-Ahzab [33]: 56).

Nah dengan demikian Alloh dan semua Malaikat telah bersholawat atas Nabi, maka seharusnya kita lah sebagai umat Rosul yang harus benar-benar membacakan sholawat kepada Beliau, bahkan banyak dalil-dali yang menyatakan bahwa barang siapa yang membacakan sholawat akan mendapatkan safaat dari baginda Rosul nanti di hari kiamat, juga dalam menjalani kehidupannya didunia ini akan mendapatkan banyak manfaat, barakah, hikmat serta fadhilah sholawat yang telah kita bacakan tiap hari dan malam terutama pada malam hari jum'at.

Bacaan Sholawat Nariyah Arab Latin Yang Benar Dan Manfaatnya

Adapun bacaan sholawat itu memiliki banyak nama ada sholawat nabi, sholawat nariyah, sholawat badar, sholawat syifa, sholawat munjiyat, sholawat arjak, sholawat haji, sholawat Fatih, sholawat Ibrohimiyah, dan masih banyak nama-nama sholawat yang lainnya, untuk itu kami di sini akan berbagi salah satu bacaan sholawat nariyah dalam bahasa arab, latin lengkap dengan artinya yang benar serta manfaat, padilah, keistimewaan,(keajaiban) dan tata cara membaca sholawat nariyah seperti di bawah ini:

Tata Cara Bacaan Sholawat Yang Benar:
1. Di usahakan harus dalam keadana Bersuci
2. Menghadap kiblat
3. Tawashul terutama kepada Nabi Muhammad, shohabat, Wali-wali, dan semua guru-guru kita
4. Dibacanya dengan khusu dan tertib
5. Setelah selesai baca sholawat berapa saja jumlahnya tergantung kita lalu membaca al-Qur'an surat Yasin.
6. selanjutnya di tutup dengan membacakan doa Ishol.

Bacaan Sholawat Nariyah Yang Benar Arab Latin Dan Artinya:

اَللهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامَّاعَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الَّذِىْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِى كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ
ALLAAHUMMA SHOLLI SHOLAATAN KAAMILATAN WASALLIM SALAAMAAN TAAMMAN 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADINIL LADZII TANHALLU BIHIL'UQODU WATANFARIJU BIHILKUROBU WATUQDHOO BIHILHAWAAIJU WATUNAALU BIHIR ROGHOOIBU WAHUSNUL KHOWAATIMI WAYUSTASQAAL GHOMAAMU BIWAJHIHILKARIIMI WA'ALAA AALIHII WASHOHBIHII FII KULLI LAMHATIN WANAFASIN BI'ADADI KULLI MA'LUUMIN LAKA.

Artinya :Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.

Bacaan Sholawat Syifa Yang Benar Arab Latin Dan Artinya:

أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا وَعَافِيَةِ الأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا وَنُوْرِ الأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ.

ALLAAHUMMA SHOLLI 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN TIBBI ALQULUBI WADAWAAIHA WA'AFIYATI AL'ABDAANI WASYIFAA'IHAA WANUURI ALABSHORI WADLIYAA'IHA WA'ALAA ALIHI WASHOHBIHI WABARIK WASALLIM

“Ya Allah limpahkanlah kesejahteraan atas baginda kami Nabi Muhammad yang merupakan obat dan penyembuhan hati kami, penyehat dan penyelamat badan, yang merupakan cahaya dan sinar penglihatan dan yang merupakan penjamin kesehatan jasmani dan rohani akan kebutuhan makanan dan juga tumpahkan kesejahteraan itu atas keluarga dan sahabat-sahabatnya dan berilah keselamatan “

Bacaan Sholawat Tausi'ul-Arzaq Yang Benar Arab Latin Dan Artinya:

الَّلهـُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدناَ مُحَمَّـدٍ صَلَتً تُنْـجِـنَا بِهَا مِنْ جَـمِيـْعِ اَلْاَ هـوَالِ وَاَلْاَ فاَتِ ,وَتـَقْضِى لَنَا بِـهـَا جَـمِيْعَ الْحَا جَاتِ ، وَتُـطَـهِـرُنَا بِهاَ مِنْ جَمِيعِ السَّـيِئاَ تِ وَتَرْ فَعُناَ بِهاَ اَعْلىَ الدَّ رَجاَتِ ، وَتُبَـلِّـغُـنَا بِهاَ اَقْصَ الْغاَ ياَتِ، مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَياَتِ وَبَعْدَ الْمَماَتِ اِنَّكَ عَلىَ كُلِّ شَيئٍ قَـدِ يْرٌ

Allohumma sholli ‘ala syaiyidina muhammad sholatan tunjina biha min jami’il ahwali wal afat wataqdilana biha jami’il hajat watutohhiruna biha min jami’is syayyiat watarfa’una biha a’lad darojat watuballi ghuna biha aqshol ghoyat min jami’il khoiroti fil hayati waba’dal mamat. Birohmatika ya Arhamar Rahimin.

Artinya: Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang dengan rahmat itu Engkau akan menyelamatkan kita dari semua keadaan yang mendebarkan dan dari semua cobaan yang dengan rahmat itu Engkau akan mendatangkan kepada kita hajat, Yang dengan rahmat itu Engkau akan membersihkan kita dari semua keburukan/kesalahan. Yang dengan rahmat itu Engkau akan mengangkat kita kepada setinggi-tinggi derajat.Yang dengan rahmat itu pula Engkau akan menyampaikan kita kepada sesempurna-sempurnanya semua maksud dari semua kebaikan pada waktu hidup dan setelah mati.

Bacaan Sholawat Munjiyat Yang Benar Arab Latin Dan Artinya:

الَّلهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُوَسِّعُ بِهَا عَلَيْنَا الْأرْزَاقَ وَتُحَسِّنُ بِهَا لَنَا اْلأَخْلاَقَ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ.

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammadin sholaatan tuwassi’u biha ‘alainal arzaaq, wa tuhassinu biha lanal akhlaaq wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallim.
Artinya:

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad saw, dengan rahmat yang dapat memperluas rezeki kami dan membaguskan akhlak kami, beserta para keluarganya dan sahabatnya”

Bacaan Sholawat Haji Yang Benar Arab Latin Dan Artinya:

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُبَلِّغُنَا بِهَا حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ ، وَزِيَارَةِ قَبْرِ نَبِيِّكَ عَلَيْهِ اَفْضَلُ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ فِي لُطْفٍ وَعَافِيَةٍ وَسَلاَمَةٍ وَبُلُوْغِ الْمَرَامِ ، وَعَلَي آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ

Allohumma sholli 'alaa sayyidiinaa muhammadin sholaatan tuballighunaa bihaa hijja baetikal harom waziyaariti qobri nabiyyika 'alaihi ifdholu sholaatu wasallamu filluthfi wa'aafiyatin wassalaamatin wabuluughir maromi wa'alaa'alihi washohbihi wabaarik wasallim

Ya Allah, wahai Tuhan kam Limpahkan shalawat dan salam atas Junjungan kami Nabi Muhammad SAW. Dengan Berkah shalawat sampaikanlah kami Berkunjung ke rumahMu yang mulia untuk menunaikan haji, Dan menziarahi Makam NabiMu Dalam kelembutan ketentuan Ilahi Dalam afiat, selamat sejahtera, tercapai segala yang dicita-cita. Limpahi juga shalawat, salam dan keberkatan Atas sekalian keluarga dan sahabat-nya.amin

Bacaan Doa Sholawat Haji Yang Benar Arab Latin Dan Artinya:

اَللَّهُمَّ الرْزُقْنَا زِيَارَةَ بَيْتِكَ اَلْمُعَظَّمْ وَرَسُوْلِكَ اَلْمُكَرَّمْ فِى هَذَا الْعَامْ وَفِى كُلِّ عَامْ بِاَحْسَنِالْحَالْ

Allohummar juknaa ziyaaroti baetikal mu'adzom warosuulika mukarrom pii hadzal 'aam wapii kulli 'aamin biahsanil hal

Artinya : Ya Allah, Berilah karunia-Mu untuk mengunjungi rumah-Mu yang agung dan RosuMu yang mulia, di tahun ini dan setiap tahun, dengan keadaan sebaik-baiknya.


Bacaan Doa Sholawat Fatih  Yang Benar Arab Latin Dan Artinya:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ، الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ، وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ .

Sholawat Fatih Latin : Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammaddinil Fatihi Lima Ughliqo Wal Khotimi Lima Sabaqo, Nashiril Haqqi Bil Haqqi Wal Hadi Ila Shirotikal Mustaqim Wa Ala Alihi Haqqo Qodrihi Wa Miq Darihil Adzim...

Artinya: “Ya Allah curahkanlah rahmat dan keselamatan serta berkah atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang dapat membuka sesuatu yang terkunci, penutup dari semua yang terdahulu, penolong kebenaran dengan jalan yang benar, dan petunjuk kepada jalanmu yang lurus. Semoga Allah mencurahkan rahmat kepada beliau, kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya dengan sebenar - benar kekuasaannya yang Maha Agung.

Bacaan Doa Sholawat Ibrohimiyah Yang Benar Arab Latin Dan Artinya:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Tulisan Latin ; ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMADIN KAMAA SHALLAITA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIMA WA’ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAHIM WABAARIK ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMADIN KAMAA BAARAKTA ’ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIMA WA ‘ALAA AALI SAYYIDINA IBRAAHIM, FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUN MAJIID.

Artinya: Ya Allah , berilah kasih saying kepada junjungan kita nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberi kasih sayangmMu kepada junjungan kita Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan berkatilah kepada junjungan kita nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberkati junjungan kita nabi Ibrahim dan kelurganya diantara makhluk makhlukmu, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.

Bacaan Doa Sholawat Badriyah Yang Benar Arab Latin Dan Artinya:

صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ *** عَـلَى طـهَ رَسُـوْلِ اللهِ
Shalaatullaah Salaamul laah ‘Alaa Thaaha Rasuulillaah
صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ *** عَـلَى يـس حَبِيْـبِ اللهِ
Shalaatullaah Salaamullah ‘Alaa Yaa Siin Habiibillaah
تَوَ سَـلْنَا بِـبِـسْـمِ اللّهِ *** وَبِالْـهَادِى رَسُـوْلِ اللهِ
Tawassalnaa Bibismi llaah Wabil Haadi Rasuulillaah
وَ كُــلِّ مُجَـا هِـدِ لِلّهِ *** بِاَهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Wakulli Mujaahidin Lillaah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
اِلهِـى سَـلِّـمِ اْلاُمـَّة *** مِـنَ اْلافـَاتِ وَالنِّـقْـمَةَ
llaahi Sallimil Ummah Minal Aafaati Wanniqmah
وَمِنْ هَـمٍ وَمِنْ غُـمَّـةٍ *** بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Wamin Hammin Wamin Ghummah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
اِلهِى نَجِّـنَا وَاكْـشِـفْ *** جَـمِيْعَ اَذِ يـَّةٍ وَا صْرِفْ
Ilaahi Najjinaa Waksyif Jamii’a Adziyyatin Wahrif
مَـكَائـدَ الْعِـدَا وَالْطُـفْ *** بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Makaa idal ‘idaa wal thuf Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
اِلهِـى نَـفِّـسِ الْـكُـرَبَا *** مِنَ الْعَـاصِيْـنَ وَالْعَطْـبَا
llaahi Naffisil Kurbaa Minal’Ashiina Wal’Athbaa
وَ كُـلِّ بـَلِـيَّـةٍ وَوَبـَا *** بِاَهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Wakulli Baliyyatin Wawabaa Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
فَكَــمْ مِنْ رَحْمَةٍ حَصَلَتْ *** وَكَــمْ مِنْ ذِلَّـةٍ فَصَلَتْ
Wakam Min Rahmatin Washalat Wakam Min Dzillatin Fashalat
وَكَـمْ مِنْ نِعْمـَةٍ وَصَلَـتْ *** بِاَهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Wakam Min Ni’matin Washalat Bi Ahlil Bailri Yaa Allaah
وَ كَـمْ اَغْـنَيْتَ ذَالْعُـمْرِ *** وَكَـمْ اَوْلَيْـتَ ذَاالْفَـقْـرِ
Wakam Aghnaita Dzal ‘Umri Wakam Autaita D’Zal Faqri
وَكَـمْ عَافَـيـْتَ ذِاالْـوِذْرِ *** بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Wakam’Aafaita Dzal Wizri Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
لَـقَدْ ضَاقَتْ عَلَى الْقَـلْـبِ *** جَمِـيْعُ اْلاَرْضِ مَعْ رَحْبِ
Laqad Dlaaqat’Alal Oalbi Jamii’ul Ardli Ma’ Rahbi
فَانْـجِ مِنَ الْبَلاَ الصَّعْـبِ *** بِاَهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Fa Anji Minal Balaas Sha’bi Bi Ahlil Badri Yaa A,llaah
ا َتَيـْنَا طَـالِـبِى الرِّفْـقِ *** وَجُـلِّ الْخَـيْرِ وَالسَّـعْدِ
Atainaa Thaalibir Rifdi Wajullil Khairi Was Sa’di
فَوَ سِّـعْ مِنْحَـةَ اْلاَيـْدِىْ *** بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Fawassi’ Minhatal Aidii Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
فَـلاَ تَرْدُدْ مَـعَ الْخَـيـْبَةْ *** بَلِ اجْعَلْـنَاعَلَى الطَّيْبـَةْ
Falaa Tardud Ma’al Khaibah Balij’Alnaa’Alath Thaibah
اَيـَا ذَاالْعِـزِّ وَالْهَـيـْبَةْ *** بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Ayaa Dzal ‘lzzi Wal Haibah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
وَ اِنْ تَرْدُدْ فَـمَنْ نَأْتـِىْ *** بِـنَيـْلِ جَمِيـْعِ حَاجَا تِى
Wain Tardud Faman Ya-Tii Binaili Jamii’i Haajaati
اَيـَا جَـالِى الْمُـلِـمـَّاتِ *** بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Ayaa jalail mulimmaati Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
اِلهِـى اغْفِـرِ وَاَ كْرِ مْنَـا *** بِـنَيـْلِ مـَطَا لِبٍ مِنَّا
llaahighfir Wa Akrimnaa Binaili Mathaalibin Minnaa
وَ دَفْـعِ مَسَـاءَةٍ عَـنَّا *** بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Wadaf i Masaa-Atin ‘Annaa Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
اِلهِـى اَنـْتَ ذُوْ لُطْـفٍ *** وَذُوْ فَـضْلٍ وَذُوْ عَطْـفٍ
llaahii Anta Dzuu Luthfin Wadzuu Fadl-Lin Wadzuu ‘Athfin
وَكَـمْ مِنْ كُـرْبـَةٍ تَنـْفِىْ *** بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Wakam Min Kurbatin Tanfii Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
وَصَلِّ عَـلَى النـَّبِىِّ الْبَـرِّ *** بـِلاَ عَـدٍّ وَلاَ حَـصْـرِ
Washalli ‘Alan Nabil Barri Bilaa ‘Addin Walaa Hashri
وَالِ سَـادَةٍ غُــــرِّ *** بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Wa Aali Saadatin Ghurri Bi Ahlil Badri Yaa Allaah


Demikian yang dapat kami sampaikan "kumpulan teks bacaan sholawat nabi Muhammad Saw lengkap arab latin", Kumpulan tulisan hadits hukum kekuatan keistimewaan tentang Kata apa itu rahasiah sholawat malam jumat kepada nabi fatih bikin nangis sedih yang benar cara mengamalkan bershalawat pendek daftar nama macam jenis pengarang shalawat nariyah badar nuridzati jibril kamilah al quran umi khasiatnya lengkap dan artinya bahasa indonesia jawaban dahsyatnya fadhilah membaca ayat sholawat islam 1000x.

Seperti sebelumnya kami telah menyajikan bacaan doa sebelum tidur, doa untuk bayi yang baru lahir, doa sholat dhuha. Semoga dengan adanya artikel kami ini ada manfaatnya bagi kita semua dan kita mendapatkan kebekahannya dari Alloh SWT atas bacaan Sholawat yang telah kita baca.

Tata Cara Bacaan Niat Doa Sesudah Sholat Dhuha Lengkap Artinya

Tata Cara Bacaan Niat Doa Sesudah Sholat Dhuha Lengkap Artinya - Masih banyak di antara kita sebagai umat islam yang tidak sadarkan diri atau memang masih belum fahan tentang manfaat keistimewaan dan fadhilah serta keutamaan dari pada melaksanakan sholat sunnah dhuha, karena kalau memang kita sadari dan fahami sholat dhuha itu sangatlah penting buat kita dalam menjalankan kehidupan dunia demi tercapainya kebahagiaan yang haqiqi yaitu di akherat nanti, maka dengan itu laksanakanlah sholat dhuha sebelum beraktifitas memulai bekersa di waktu pagi.

Walau pun umat islam sudah pada mengenal dengan yang namanya sholat dhuha, karena sholat dhuha termasuk salah satu sholat sunnat muakad yang di laksanakan pada waktu setelah terbitnya matahari sampai menjelang waktu dzuhur ( jawal) dengan cara tidak di berjamaahkan (sendirian), namun alangkah baiknya kalau sholat dhuha di laksanakan ketika terbentangnya matahari hingga mengarah ke arah barat atau sekitar 15 menit setelah terbitnya matahari.

Nah saudara kami seiman dan seperjuangan barangkali masih ada di antara kita yang masih belum paham tata cara lafadz niat dan pelaksanaan bacaan sholat dhuha setra bacaan doanya dalam tulisan bahasa arab, latin lengkap dengan artinya. Adapun tata cara sholat dhuha itu sama dengan sholat-sholat biasa hanya lafadz niatnya saja yang membedakannya.

Tata Cara Bacaan Niat Doa Sesudah Sholat Dhuha Lengkap Artinya

Sholat duha memiliki banyak manfaat dan keutamaan sehingga Rosululloh SAW sangat menganjurkan kepada umatnya untuk melaksanakan sholat dhuha setiap hari dengan jumlah rakaat minimal 2 rakaat hingga 12 rakaat, sebagai mana terdapat dalam salah satu hadits yang atrinya:

Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak 12 rakaat, maka ALLAH akan membangunkan untuknya istana di surga”. [HR. Turmuzi dan Ibnu Majah, hadis hasan].

Tata Cara pelaksanaan Shalat Dhuha :
Niat sholat dhuha didalam hati berbarengan dengan Takbiratul ihram :

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحَى رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى

USHOLLI SUNNATADH DHUHAA ROK'ATAINI LILLAAHI TA'AALA

Artinya : Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah Ta'ala

Membaca doa Iftitah

Membaca surat al Fatihah

Membaca satu surat didalam Alquran. Afdholnya rakaat pertama membaca surat Asy-Syam dan rakaat ke-2 surat Al Lail

Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali

I’tidal dan membaca bacaannya

Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali

Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaanya

Sujud ke-2 dan membaca tasbih tiga kali

Sesudah rakaat kesatu selesai, melaksanakan rakaat ke-2 layaknya seperti di atas, seterusnya

Tasyahhud akhir sesudah selesai sehingga membaca salam dua kali.

Rakaat-rakaat seterusnya dilakukan sama seperti sampel di atas.

Bacaan Doa Sholat Dhuha Kumplit Bahasa Arab – Bahasa Indonesia dan Artinya

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBADIKASH SHALIHIN.

Artinya : “Ya Alloh, sesungguhnya kala dhuha yakni saat Dhuha-Mu, keagungan merupakan Keagungan-Mu, keindahan yakni Keindahan-Mu, kemampuan yaitu Kekuatan-Mu, penjagaan merupakan Penjagaan-Mu, Ya Alloh, bila rezekiku berada diatas langit sehingga turunkanlah, seandainya berada di dalam bumi sehingga keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, bila jauh dekatkanlah dgn kebenaran Dhuha-Mu, Kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yg Engkau datangkan pada Hamba-hambaMu yg soleh”.

Keutamaan dan Keistimewaan shalat Dhuha
Ada tidak sedikit Hadits Rasulullah saw yg membahas mengenai keutamaan shalat Dhuha, sekian banyak di antaranya :
1. Suatu rumah di surga
Bagi yg rajin mengerjakan shalat Dhuha, sehingga dirinya bakal dibangunkan suatu rumah di dalam surga. Faktor ini dijelaskan dalam suatu hadits Nabi Muahammad saw : "Barangsiapa yg shalat Dhuha jumlahnya empat rakaat & empat rakaat diawal mulanya, sehingga dirinya bakal dibangunkan suatu rumah di surge." (Shahih Al-Jami` : 634)

2. Ghanimah (keuntungan) yang agung
Dari Abdullah Badan Intelijen Negara `Amr Badan Intelijen Negara `Ash radhiyallahu `anhuma, beliau bersabda : "Rasulullah saw mengirim suatu pasukan perang. Nabi saw bersabda : "Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka hasilnya saling berkata menyangkut dekatnya maksud(area) perang dan sebanyak ghanimah (keuntungan) yg bakal diperoleh dan segera kembali (lantaran dekat jaraknya).

Dulu Rasulullah saw bersabda; "Maukah kalian saya perlihatkan pada maksud paling dekat dari mereka (musuh yg bakal diperangi), paling tidak sedikit ghanimah (keuntungan) nya dan langsung kembalinya? Mereka menjawab; "Ya! Rasul bersabda lagi : "Barangsiapa yg berwudhu', selanjutnya masuk ke dalam masjid buat laksanakan shalat Dhuha, beliau lah yg paling dekat tujuanannya (lokasi perangnya), lebih tidak sedikit ghanimahnya dan lebih segera kembalinya." (Shahih Al-Targhib : 666)

3. Pahala Umrah
Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda : "Barangsiapa yg ke luar dari rumahnya dalam kondisi bersuci buat melakukan shalat wajib, sehingga pahalanya seperti seseorang yg laksanakan haji. Barangsiapa yg ke luar buat lakukan shalat Dhuha, sehingga pahalanya seperti orang yang laksanakan `umrah....(Shahih Al-Targhib : 673).

Dalam satu buah hadits yg lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda : "Barangsiapa yg mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, selanjutnya beliau(sesudah usai) duduk mengingat Allah sampai terbit matahari, dulu beliau shalat dua rakaat (Dhuha), beliau memperoleh pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna" (Shahih Al-Jami` : 6346).


4. Sedekah bagi semua persendian badan manusia
Dari Abu Dzar Al-Ghifari ra, dirinya bicara bahwa Nabi Muahammad saw bersabda : "Di tiap-tiap sendiri seseorang dari anda terdapat sedekah, tiap-tiap tasbih (ucapan subhanallah) yakni sedekah, tiap-tiap tahmid (ucapan alhamdulillah) yakni sedekah, tiap-tiap tahlil (ucapan lailahaillallah) merupakan sedekah, tiap-tiap takbir yakni sedekah, menyuruh terhadap kebaikan ialah sedekah, mencegah dari kemungkaran ialah sedekah. dan dua rakaat Dhuha dikasih pahala" (HR Muslim).

5. Memperoleh ganjaran di sore hari
Dari Abu Darda' ra, dia berbicara bahwa Rasulullah saw bersabda : "Allah ta`ala berfirman : "Wahai anak Adam, shalatlah Untuk-Ku empat rakaat dari awal hri, sehingga Saya dapat mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) terhadap sore harinya" (Shahih Al-Jami : 4339).

Dalam satu buah riwayat serta disebutkan : "Innallaa `azza wa jalla yaqulu : Yabna adama akfnini awwala al-nahar bi'arba`i raka`at ukfika bihinna akhira yaumika" ("Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla bicara : "Wahai anak Adam, cukuplah Bagi-Ku empat rakaat di awal hri, sehingga saya dapat mencukupimu di sore harimu").

6. Ampunan Dosa
"Siapa pula yg jalankan shalat dhuha dgn langgeng, bakal diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu banyaknya buih di lautan." (HR Tirmidzi)

Sekian yang kami dapat sampaikan tentang Tata Cara Shalat Dhuha dan Do'anya, begitu juga kami sajikan dalam berikutnya, syari'ah fiqih dan hukum islam, keutamaan shalat dhuha berapa rakaat, dzikir setelah sholat dhuha, doa sholat dhuha mp3, bacaan sholat dhuha, rahasia sholat dhuha, waktu sholat dhuha, bacaan tasbih sholat dhuha yang benar, sholat dhuha berjamaah, sholat dhuha 12 rakaat dan masih banyak lagi yang lainnya seputar sholat sunat dan sholat wajib, semoga ada manfaatnya bagi kita semua.